Sisi Menarik Chelsea vs Manchester City, Tuchel vs Guardiola, Pertempuran Murid Jumpa Gurunya

oleh -44 views
Link Banner

Porostimur.com – Ambon: Chelsea dan Manchester City dijadwalkan akan saling bentrok pada laga pembuka pekan keenam Liga Inggris, Sabtu (25/9/2021) malam.

Keseruan laga yang mempertemukan Chelsea vs Manchester City bakal digelar di Stamford Bridge, London.

Salah satu sisi menarik laga kedua tim yakni perjumpaan kembali Thomas Tuchel menghadapi Pep Guardiola.

Baik Tuchel maupun Guardiola sebenarnya sudah sangat akrab satu sama lain dalam kapasitasnya sebagai pelatih kelas dunia.

Pelatih kepala Chelsea Jerman Thomas Tuchel (kiri) dan manajer Manchester City Spanyol Pep Guardiola (kanan) melakukan pukulan jelang pertandingan sepak bola Liga Utama Inggris antara Manchester City dan Chelsea di Stadion Etihad di Manchester, barat laut Inggris, pada 8 Mei 2021 .
Pelatih kepala Chelsea Jerman Thomas Tuchel (kiri) dan manajer Manchester City Spanyol Pep Guardiola (kanan) melakukan pukulan jelang pertandingan sepak bola Liga Utama Inggris antara Manchester City dan Chelsea di Stadion Etihad di Manchester, barat laut Inggris, pada 8 Mei 2021 . (SHAUN BOTTERILL / POOL / AFP)

Tercatat sudah tujuh tahun terakhir dimana Guardiola terlihat selangkah lebih maju daripada Tuchel.

Hanya saja memang situasi kini berbalik setelah Tuchel berhasil mengalahkan tim asuhan Guardiola dalam tiga laga pamungkas secara beruntun.

Tiga kemenangan Tuchel tidak diraih dengan cara sembarang mengingat salah satunya terjadi di final Liga Champions musim lalu.

Alhasil laga pekan ini akan menjadi tantangan bagi Guardiola untuk menghentikan tren buruk rekor pertemuan timnya melawan Chelsea besutan Tuchel.

Terlepas dari hal itu sebenarnya pertemuan kedua pelatih tersebut selayaknya pertempuran guru lawan murid.

Ada momen dimana keduanya pernah makan malam bersama hanya untuk membahas taktik bermain sepak bola di kota Munchen, tepatnya tujuh tahun silam.

Dilansir Football London, keduanya pernah duduk bersama menikmati makan malam sembari membahas taktik di Jerman.

Baca Juga  Imori Sebut Pemprov Maluku Tak Hargai Perjuangan para Atlet

Keduanya menggunakan pengocok garam dan merica yang ada di atas meja untuk memetakan formasi serta taktik.

Tuchel bahkan disebut tersihir kagum dengan kualitas manajerial Guardiola sebagai salah satu juru taktik terbaik dunia.

Eks pelatih Borussia Dortmund itu tak sungkan menyebut perjalanan karier Guardiola telah menginspirasinya dalam hal memandang sepak bola.

“Ketika saya memahami sepak bola, ada Guardiola dan Barcelona yang mengajari saya segalanya tentang permainan ini,” ungkap Tuchel ketika ditanya sosok Guardiola.

“Pep adalah faktor terbesar yang memengaruhi saya hari ini, saya punya perasaan setiap kali menonton laganya, saya pasti bisa belajar sesuatu tentang sepak bola,”.

“Sekarang kita berada di liga yang sama dan bersaing dengannya pada level ini, saya merasa bersyukur,” akui pelatih asal Jerman tersebut.

Pelatih kepala Chelsea Jerman Thomas Tuchel memberi isyarat dari garis samping selama pertandingan sepak bola putaran ketiga Piala Liga Inggris antara Chelsea dan Aston Villa di Stamford Bridge di London pada 22 September 2021.
Pelatih kepala Chelsea Jerman Thomas Tuchel memberi isyarat dari garis samping selama pertandingan sepak bola putaran ketiga Piala Liga Inggris antara Chelsea dan Aston Villa di Stamford Bridge di London pada 22 September 2021. (BEN STANSALL / AFP)

Dalam pertemuan melawan Guardiola, Tuchel mengawali hal itu saat masih menangani Mainz lalu Borussia Dortmund di Liga Jerman.

Kala itu Guardiola masih terlalu superior bersama Bayern Munchen sehingga Tuchel kerap kali kalah jika bertanding satu sama lain.

Sebagaimana misal pertemuan pertama keduanya berakhir dengan kekalahan untuk Tuchel saat masih di Mainz.

Baca Juga  Ikuti "Pray From Home", Polda Malut Ajak Saling Menguatkan Sesama di Masa Pandemi

Kepindahan Tuchel ke Borussia Dortmund ternyata juga tak bisa membuat Tuchel mengalahkan Guardiola.

Hal ini dikarenakan Tuchel harus melihat timnya dibantai dengan skor 5-1 oleh Bayern Munchen asuhan Pep Guardiola, tepat pada musim 2015/2016.

Keduanya baru berseberangan jarang tak bertemu ketika Guardiola memutuskan menangani Manchester City.

Sementara itu, Tuchel mendapatkan kepercayaan besar menangani tim sekelas PSG.

Reaksi pelatih Manchester City Spanyol Josep Guardiola pada akhir pertandingan final Liga Champions UEFA antara Manchester City dan Chelsea FC di stadion Dragao di Porto pada 29 Mei 2021.
Reaksi pelatih Manchester City Spanyol Josep Guardiola pada akhir pertandingan final Liga Champions UEFA antara Manchester City dan Chelsea FC di stadion Dragao di Porto pada 29 Mei 2021. (Jose Coelho / AFP / POOL)

Kini, kedua pelatih tersebut yang selayaknya disebut murid dan guru bisa bertemu kembali sejak pertengahan musim lalu di kompetisi paling kompetitif sedunia.

Dan catatan rekor pertemuan menunjukkan Tuchel lebih superior dibandingkan Guardiola saat ia menangani tim sekelas Chelsea.

Tuchel bersama Chelsea secara brilian mampu membuat Guardiola tersungkur dalam tiga kompetisi berbeda musim lalu.

Raihan tiga kemenangan itu masing-masing terjadi di Liga Inggris, Piala FA, dan final Liga Champions.

Di kancah Liga Inggris, Chelsea berhasil mempecundangi Manchester City saat bertanding pada pekan ke-35 di Stadion Etihad, musim lalu.

Kegagalan Sergio Aguero mengeksekusi penalti dalam laga tersebut menjadi biang kerok kekalahan Manchester City selaku tuan rumah.

Hal ini dikarenakan gol pembuka keunggulan yang dicetak Raheem Sterling tidak berarti apa-apa setelah Chelsea mencetak dua gol pada babak kedua.

Baca Juga  Model Seksi ini Siap 'Servis' Pemain Italia Jika Juarai Euro 2020
Gelandang Chelsea asal Maroko Hakim Ziyech (tengah) merayakan kemenangan bersama gelandang Skotlandia Chelsea Billy Gilmour (kanan tengah) setelah mencetak gol pertama mereka dalam pertandingan sepak bola Liga Utama Inggris antara Manchester City dan Chelsea di Stadion Etihad di Manchester, barat laut Inggris, pada Minggu 9 Mei 2021.
Gelandang Chelsea asal Maroko Hakim Ziyech (tengah) merayakan kemenangan bersama gelandang Skotlandia Chelsea Billy Gilmour (kanan tengah) setelah mencetak gol pertama mereka dalam pertandingan sepak bola Liga Utama Inggris antara Manchester City dan Chelsea di Stadion Etihad di Manchester, barat laut Inggris, pada Minggu 9 Mei 2021. (MARTIN RICKETT / POOL / AFP)

Hakim Ziyech dan Marcos Alonso akhirnya berhasil membuat Chelsea berbalik unggul pada babak kedua melawan Manchester City.

Kemenangan 2-1 akhirnya membuat Chelsea bisa pulang dengan raihan tiga poin dari markas kebanggaan Manchester City tersebut.

Chelsea kembali meraih kemenangan saat meladeni permainan Manchester City di babak semifinal Piala FA.

Gol tunggal yang dicetak Hakim Ziyech membuat Chelsea bisa menyingkirkan Manchester City yang bertekad meraih quadruple musim lalu.

Kemenangan kedua pun diterima Chelsea saat berhadapan dengan Manchester City asuhan Guardiola.

Dan kemenangan ketiga beruntun yang terasa sangat istimewa terjadi saat Chelsea mengalahkan Manchester City di final Liga Champions.

Gol Kai Havertz membuat Chelsea memboyong trofi Liga Champions kedua dalam sejarah klub berjuluk The Blues tersebut.

Tiga kemenangan beruntun seakan membuat tim asuhan Tuchel semakin percaya diri dalam melakoni laga melawan Manchester City pada pekan keenam kali ini.

Sementara itu, tiga kekalahan beruntun yang diterima Manchester City saat berhadapan dengan Tuchel bersama Chelsea seakan menjadi bayangan buruk bagi mereka menatap laga akhir pekan ini.

Apakah Tuchel yang dapat dikatakan sebagai seorang murid akan kembali mempecundangi Guardiola selaku salah satu gurunya di dunia sepak bola?

(red/tribunnews)

No More Posts Available.

No more pages to load.