Siswa di Kota Ambon Masih Belajar Online

oleh -75 views
Link Banner

Porostimur.com | Ambon: Mengingat pandemi Covid-19 yang masih terus menghantui Kota Ambon, maka Walikota Ambon, Richard Louhenapessy belum mengijinkan aktivitas sekolah di awal tahun ajaran 2021 secara tatap muka.

Untuk itu proses belajar mengajar sendiri kata walikota, tetap dilakukan dari rumah masing-masing siswa secara daring.

“Saya sudah minta Kadis Pendidikan untuk semua anak-anak tetap sekolah dari rumah,” kata Louhenapessy saat memimpin apel perdana pegawai tahun 2021 di Balai Kota, Senin (4/1/2021).

Louhenapessy bilang, belajar tatap muka sangat beresiko bagi anak-anak. Sebab angka positif Covid-19 dan penyebarannya masih meningkat di Kota Ambon.

Hal ini sejalan juga dengan keputusan Menteri Pendidikan dan Kebudayaan (Mendikbud) RI Nadiem Makarim yang membatalkan kebijakan sebelumnya yaitu membolehkan belajar tatap muka dengan memberikan opsi terbaru dengan dua metode yaitu belajar melalui TV dan daring.

Baca Juga  Sisipan Sosialisasi Tanggap Covid-19 Dalam Giat TMMD Kabupaten Buru

“Nggak. Karena dikembalikan ke daerah maka kita tetap masih pakai pola yang lama saja (daring-red) untuk proses belajar mengajar tahun ini,” ungkapnya.

Louhenapessy berjanji, akan melakukan evaluasi lagi jikalau format awal masih ada yang kurang. Hal ini agar proses belajar mengajar bisa berjalan efektif dan efisien serta tidak menimbulkan kejenuhan bagi anak-anak didik yang hampir 10 bulan belajar dari rumah.

“Saja saya kasih contoh. Kita maksimal itu bisa pakai TV kabel misalnya. Itu kita sudah rapat dengan mereka juga supaya kita maksimalkan itu lagi, misalnya begitu. Selain belajar online atau daring,” tukasnya.

Walikota mengaku, dirinya tidak mau mengambil resiko untuk anak-anak mengikuti proses belajar secara tetap muka di sekolah. Untuk itu proses belajar tetap dari rumah secara daring.

Baca Juga  Januari Kesayangan

Untuk sistim pembelajaran juga kata walikota, tetap menggunakan sistim lama, namun ini juga akan dievaluasi lagi jika ada kekurangannya. (alena)