Siswa Madrasah Aliyah Waisakai Bertaruh Nyawa untuk Sekolah

oleh -290 views
Link Banner

Porostimur.com | Sanana: Saban musim penghujan, Siswa Madrasadah Aliyah di esa Waisakai, Kecamatan Mangoli Utara Timur, Kabupaten Kepulauan Sula (Kepsul) Maluku Utara (Malut) harus mempertaruhkan nyawa untuk bersekolah.

Pasalnya hujan deras belakangan ini menyebabkan air sungai di Desa Waisakai mengalir deras sehingga membuat siswa Aliyah harus berjuang menyeberangi sungai untuk sampai ke Sekolah tepat waktu.

Mencermati kenyataan ini, zalah satu aktivis Gerakan Mahasiswa Bersama Rakyat (Gema-Rakyat), Riyana Umasugi menyatakan geram dengan sikap Bupati dan Wakil Bupati Kepulauan Sula yang lebih sibuk mengurus rekomendasi partai di Jakarta ketimbang mengurus nasib rakyat.

“Bupati Kepulauan Sula dan wakilnya sibuk urus rekomendasi. Masyarakat Sula mau anyor, Bupati Sula urus dua periode Sula mau tenggelam”, tulisnya pada dinding Facebook.

Link Banner

Riana melanjutkan, banjir kiri kanan,atas bawah,muka blakang tapi seng di perhatikan model bagini Jang pake pemimpin lagi,” tulisnya.

Baca Juga  Kapolres Halsel Kunker di Polsek Bacan Timur

Terpisah Saldi Umasugi pada porostimur.com, Senin (13/7/2020) menyampaikan bila hujan tiba kali Wai Sakai selalu jadi penghambat proses belajar mengajar bagi siswa.

Saldi bilang kondisi ini bila tidak segera di siasati oleh Pemda Kepsul untuk membangun jembatan akan menghambat pendidikan di Desa Waisakai.

Umasugi berharap Pemda Kepulauan Sula segera membangun jembatan di Kali Waisakai. (ifo)