Situs Prakerja.org Berikan Pelatihan Kerja Gratis, Sindiran Menohok Program Prakerja Jokowi

oleh -142 views
Link Banner

Porostimur.com | Jakarta: Kebijakan pemerintah untuk menggelar pelatihan kerja secara online melalui Kartu Prakerja, menuai banyak kritik bahkan kecaman.

Pasalnya, program yang diluncurkan di tengah pandemi Virus Corona ini dianggap sebagai suatu pemborosan.

Melalui program Kartu Prakerja, pemerintah memberikan insentif uang yang bisa diperoleh setelah peserta Kartu Prakerja mengikuti pelatihan online yang telah disediakan.

Terlebih, usai mencuat nama salah satu staf milenial Joko Widodo yang ternyata perusahaannya masuk dalam salah satu yang ditunjuk pemerintah memberikan pelatihan kerja online.

Belakangan, staf milenial itu memilih mengundurkan diri lantaran publik terus menerus menyorotnya.

Kritik lain, karena pelatihan online itu hanya upaya buang-buang uang, lantaran sejumlah materi pelatihan dianggap tidak masuk akal.

Nah, di tengah badai kritik tersebut, kali muncul sebuah situs prakerja.org.

Situs ini menyediakan pelatihan daring gratis. Pelatihan-pelatihan yang sama disediakan secara berbayar melalui insentif Kartu Prakerja.

Melansir laman Prakerja.org, mereka menyebut dirinya sebagai bentuk kritik terhadap pemerintah khususnya terhadap program Kartu Prakerja.

Muncul Situs Prakerja.org Berikan Pelatihan Kerja Gratis, Sindiran Menohok Program Prakerja Jokowi
Tampilan muka halaman prakerja.org 

Tanggapan pengelola Kartu Prakerja

Menanggapi kemunculan laman prakerja.org, Direktur Komunikasi Program Kartu Prakerja Panji Winanteya Ruky mengatakan, ada yang membedakan program Kartu Prakerja dari pemerintah.

Ia mengklaim, program Kartu Prakerja ada akuntabilitas. Hal ini diklaimnya yang membedakan program Kartu Prakerja dengan program yang diadakan secara swadaya masyarakat.

Baca Juga  KM Aksar Saputra 09 Tunda Layari Rute Sanana

“Jika memiliki keahlian dan kualifikasi untuk dibagikan ke peserta Kartu Prakerja, silakan gabung jadi lembaga pelatihan di ekosistem Kartu Prakerja. Terbuka, tentunya harus memenuhi syarat dan kewajiban,” kata Panji saat dihubungi Kompas.com, Sabtu (16/5/2020).

Ia mempersilakan mereka yang kompeten untuk mendonasikan modulnya dalam ekosistem Kartu Prakerja sehingga semakin banyak pilihan yang tersedia di masyarakat.

Ketika ditanya apa keuntungan yang didapatkan peserta Kartu Prakerja melalui pelatihan berbayar yang diikuti, Panji mengatakan, meski Kartu Prakerja tidak menjamin seseorang bisa langsung mendapat pekerjaan, tetapi melalui program ini, calon pencari kerja bisa mengasah skill-nya terlebih dahulu.

“Di dalam perekonomian normal pun saya kira ijazah S1 tidak ada jaminan dapat kerja. Di masa sulit ini, jika ada pendidikan/pelatihan yang bisa menjamin dapat kerja, kami ingin mengundang untuk bergabung menawarkan modul di Kartu Prakerja,” kata Panji.

Panji mengatakan, ke depannya, program Kartu Prakerja akan bekerja sama dengan sektor usaha untuk mengadakan program place and train.

Selain mendapatkan pelatihan, para peserta juga akan mendapat kesempatan untuk mengikuti ikut tes penempatan.

Baca Juga  Latumahina himbau rakyat Maluku cerdas tentukan pilihan

Pelatihan gratis apa saja yang bisa diakses di laman prakerja.org? Sesuai visinya, Prakerja.org menyediakan pelatihan online gratis dan bisa diakses bebas tanpa harus melakukan proses pendaftaran terlebih dahulu.

Kelas yang disediakan juga cukup beragam, seperi kelas wirausaha, pengembangan diri, teknologi, bisnis digital, serta bisnis dan keuangan.

Muncul situs prakerja.org yang memberikan pelatihan secara gratis
Muncul situs prakerja.org yang memberikan pelatihan secara gratis (prakerja.org)

ASPEK Minta dibatalkan

Bertepatan dengan hari buruh atau May Day yang jatuh pada Jumat (1/5/2020) , sejumlah serikat buruh mendesak pemerintah untuk membatalkan program Kartu Prakerja.

Program pelatihan senilai 5,6 Triliun itu dinilai tak efektif untuk menolong masyarakat yang mengalami pemutusan hubungan kerja akibat pandemi virus corona Covid-19.

Tuntutan ini salah satunya disuarakan oleh Asosiasi Serikat Pekerja Indonesia (ASPEK).

“ASPEK Indonesia juga menuntut kepada Pemerintah untuk membatalkan program Kartu Prakerja yang sangat tidak bermanfaat dan hanya menghambur-hamburkan uang rakyat,” kata Presiden ASPEK Mirah Sumirat lewat keterangan tertulis, Jumat (1/5/2020).

Mirah menegaskan, saat ini rakyat butuh makan, tidak butuh pelatihan online.

Ia meminta pemerintah tak menjebak rakyat dengan janji manis Kartu Prakerja yang manfaatnya tidak dirasakan langsung.

“Anggaran sebesar Rp 5,6 Triliun untuk program Kartu Prakerja sebaiknya dialihkan untuk memberikan bantuan langsung kepada msayarakat dan sebagai jaring pengaman bagi korban PHK dampak pandemic Covid-19,” kata Mirah.

Baca Juga  Benhur Watubun: Soal Pembayaran Tanah RSUD Harus Hati-hati

Mirah berharap DPR juga tegas untuk meminta dihentikannya program Kartu Prakerja yang diduga sarat dengan patgulipat dan cuma bagi-bagi proyek.

Komisi Pemberantasan Korupsi (KPK), lanjut dia, juga harus tegas dan jujur dalam menegakkan hukum di Indonesia.

“Selamatkan uang rakyat! Jangan sampai justru di tengah wabah dan jutaan pekerja kehilangan pekerjaan, ada pihak-pihak yang mengambil keuntungan untuk memperkaya diri dan kelompoknya dari uang rakyat,” kata dia.

Hal yang sama juga disuarakan oleh Federasi Buruh Lintas Pabrik (FBLP). Presiden FBLP Jumisih menyebut, Kartu Prakerja bukan solusi untuk mengurangi beban masalah buruh dan keluarga.

“Karena Kartu Prakerja justru lebih banyak menjadi agen aliran dana untuk para perusahaan penyedia training yang sebetulnya training-training itu bisa didapat dari YouTube,” kata dia.

Jumisih menyebut yang sebenarnya dibutuhkan rakyat adalah kebutuhan bertahan hidup dan asupan gizi yang memadai dalam situasi pandemi.

“Serta bagaimana setelah pandemi ada lapangan pekerjaan yang tersedia,” ucap Jumisih. (red/rtm/wartakota)