Prabowo yang berada pada titik atas terhubung dengan titik bawah kiri yang ditempati Jokowi. Keduanya terhubung dengan garis penuh pula.
Lalu, Megawati (titik bawah kanan) dan Jokowi (titik bawah kiri) terhubung dengan garis putus-putus. Keduanya sedang tidak baik-baik saja.
Pola relasi segitiga itu, saya kira, membantu untuk melihat sikap dan posisi politik PDI-P dan dinamika pergerakannya. Setidaknya menyongsong pemerintahan baru Prabowo-Gibran.
Garis penuh bisa bertambah tebal, bisa pula berubah putus-putus (Megawati-Prabowo dan Prabowo-Jokowi). Garis putus-putus ada kemungkinan pula menjadi garis penuh (Megawati-Jokowi). Meski kemungkinan itu sangat kecil dalam waktu dekat ini.
Interpretasi pola segitiga itu di antaranya akan menghasilkan beberapa skenario sikap dan posisi PDI-P dan pergerakannya.
Skenario 1, PDI-P di luar pemerintahan. Meski di luar pemerintahan, PDI-P “tak akan mengganggu” jalannya pemerintahan. Ia akan menjadi mitra yang konstruktif bagi pemerintahan yang dipimpin Prabowo-Gibran.
Skenario ini mengasumsikan hubungan Megawati dan Prabowo baik-baik saja, sehingga posisi di luar pemerintahaan dimengerti oleh Prabowo.
Jokowi pun, saya kira, mengamini PDI-P di luar pemerintahan dalam konteks skenario 1. Kepentingan keduanya tak banyak berbeda terkait posisi PDI-P di luar pemerintahan.










