Skenario Terburuk, Ekonomi RI Hanya Tumbuh 3,8 Persen

oleh -26 views
Link Banner

Porostimur.com | Jakarta: Pertumbuhan ekonomi Indonesia 2021 dengan skenario terburuk diprediksi hanya tumbuh 3,8%. Ini tidak jauh berbeda dengan proyeksi Dana Moneter Internasional atau International Monetary Fund (IMF) yang sebesar 3,9%, lebih rendah dari proyeksi sebelumnya sebesar 4,3%.

“Di awal tahun, kami membuat tiga skenario. Pertama, optimis di angka 5,6%. Kedua, skenario moderat di angka 4,6%, dan skenario buruk di angka 3,8%. Melihat proyeksi IMF yang sebesar 3,9%, saya kira ini sejalan dengan proyeksi yang kami lakukan,” ujar Direktur Eksekutif Next Policy Fithra Faisal, dalam diskusi Polemik MNC Trijaya, Sabtu (31/7/2021).

Menurut dia, penurunan proyeksi ini seiring dengan penyebaran Covid-19 varian delta yang meningkat sehingga membuat pemerintah melakukan pemberlakukan pembatasan kegiatan masyarakat (PPKM) darurat.

Baca Juga  Dua Bupati ini Bilang Dana Otsus Papua yang Berakhir Tahun Depan Tak Maksimal

“Kami sudah mengidentifikasi dan mengumpulkan data ketika varian delta ini masuk ke Indonesia dan ini sepertinya searah dengan skenario tersebut. Artinya, ramalan ke arah sana sudah terlihat tinggal bagaimana pemerintah mengantisipasinya,” ungkapnya.

Sementara itu, Ketua Umum Asosiasi Pengusaha Ritel Indonesia (Aprindo) Roy N Mandey mengatakan, penurunan proyeksi pertumbuhan ini sejalan dengan penurunan konsumsi rumah tangga di sektor ritel. Penurunan ini terlihat dari Indeks Penjualan Riil (IPR) dalam dua bulan terakhir.

“Bulan April masih 17,3% mom, kemudian Mei turun jadi 3,2%. Bulan Juni pasti turun lagi, apalagi Juli karena adanya pembatasan. Ini menggambarkan kinerja dari konsumsi,” ungkapnya. 

(red/sindonews)