Sketsa Kekerasan Perempuan
Setelah beberapa jam bercerita dengan Kapolsek, saya langsung bergegas bertemu ibu Nona, korban pemukulan atas suaminya di Desa Bale.
Dengan mobil, saya bersama om sopir menuju ke Desa Bale. Jaraknya agak jauh. Ketika tiba di Desa Bale, saya turun dan menuju ke rumahnya yang tak jauh dari jalan umum.
“Saya katakan, Om sopir, boleh tunggu sebentar”?
“Boleh, jawab Om sopir dengan senang hati, sembari memberi tahu rumah ibu Nona”.
Saat masuk ke rumahnya, kakak korban, bernama Faujia langsung menyapa saya, dan mempersilahkan duduk.
Saya kemudian memperkenalkan nama, dan menjelaskan maksud dan tujuan ingin bertemu dengan ibu Nona, korban pemukulan atas suaminya pada 13 Agustus 2024.
“Nama saya, Mansyur: Wartawan, dan juga tergabung dalam Lembaga Swadaya Masyarakat (LSM) Forum Studi Perempuan”
Di ruang tamu itu, ia menjelaskan kepada saya tentang kondisi adiknya yang menjadi korban pemukulan suaminya sendiri. Sementara di luar, suara hujan deras.
Kakak korban, ketika ditanyakan tentang siapa di balik pemukulan adiknya, Nona? Kenapa adiknya mendapat pemukulan atas suaminya hingga di bagian wajah hingga bengkak dan berdarah. Selain itu, bibirnya juga berdarah. Sedangkan kepala, katanya, mengalami sakit atas perlakuan oleh suaminya”?.








