SKP Ambon musnahkan 30 kantong benih tumbuhan asal Belanda

oleh -75 views
Link Banner

@PorosTimur.com | Ambon : Sejak dibangunnya kerjasama antara Stasiun Karantina Pertanian (SKP) Klas I Ambon dengan pihak Bandara Pattimura maupun pihak Bea dan Cukai, puluhan kantong benih tumbuhan ilegal berhasil diamankan ketiuga instansi dimaksud.

Alhasil, pihak Bea Cukai Ambon menyerahkan puluhan kantong benih tumbuhan ilegal asal Belanda, yang terdeteksi masuk ke Kota Ambon melalui Bandara Pattimura Ambon, Selasa (11/10) lalu.

Puluhan kantong benih tumbuhan ilegal ini diserahkan dengan berita acara serah terima barang Nomor : 5-331/WBC.16/KPP.MP.01/2017 tertanggal 11 Oktober 2017.

Benih tumbuhan ilegal ini diterima Kepala Sub Seksi (Kasubsi) Pelayanan dan Operasi (Yanop) SKP Klas I Ambon, drh. Nanang Handayono,M.Si, didampingi Koordinator Fungsi (Korfung) Karantina Tumbuhan,Tariyani,SP.

Link Banner

Di dalamnya terdiri dari 18 kantong/bungkus benih sayuran, 5 bungkus benih tanaman buah, 7 bungkus benih tanaman bunga, keseluruhannya berjumlah 30 kantong.

Baca Juga  DPR Kota Ternate Minta PDAM Perbaiki Kinerja

Tanpa dokumen resmi, maka pemasukan benih tumbuhan dimaksud terganjal pasal 5 UU No 16 tahun 1992 tentang Karantina Hewan lkan dan Tumbuhan, serta Pasal 2 PP No 14 tahun 2002 tentang Karantina Tumbuhan, karena tidak dilengkapi surat kesehatan tumbuhan dari negara asal.

Benih-benih dimaksud, tidak terjamin kesehatannya, karena masuk tanpa dilengkapi sertifikat kesehatan tumbuhan (phytosanitary certificate) dari negara asal.

Pasalnya, benih-benih tersebut mengandung hama penyakit yang bisa merusak pertanian di Ambon dan sekitarnya.

Selain itu, pemasukan benih-benih tumbuhan dimaksud juga tidak dilenggkapi dengan SIP Menteri Pertanian (Mentan) untuk ijin pemasukan benih dari luar negeri.

SKP Klas I Ambon kemudian menggelar acara pemusnahannya, Jumat (8/12) dengan cara dibakar, dengan mengundang pihak Bea dan Cukai, Kantor Pos, Ditreskrimsus Polda Maluku, Polsek Kawasan Pelabuhan dan instansi terkait lainnya.

Baca Juga  Polisi Bekuk JSL, Pembunuh Teman Sendiri di Malam Tahun Baru 2021

Saat dikonfirmasi wartawan usai kegiatan pemusnahan, Kepala SKP Klas I Ambon, Jumrin,S.P, membenarkan upaya pemusnahan benih tumbuhan ilegal yang merupakan hasil sinergitas antar lintas instansi pemerintah, guna mengawasi arus masuk keluarnya barang dari dan ke Maluku.

Terlebih, benih-benih dimaksud tanpa dilengkapi dokumen resmi dari negasa asalnya.

”SKP kini mengandeng pihak terkait untuk lebih bersinerji dalam memperhatikan barang impor dari luar yang masuk ke negara kita,” ujarnya.

Benih-benih tumbuhan ilegal ini, tegasnya, mengandung bahan kimia yang akan memberikan pengaruh negatif bahkan merugikan bagi para petani di Ambon dan sekitarnya.

”Kami sering melakukan pemusnahan, tapi kadang tidak terekspos media. Karena itu, kami mengundang pihak media untuk membantu kami mengenalkan produk yang layak dan tidak layak untuk pakai, terkhusus untuk bagian pertanian. Demi terjadi kerja sama antara pihak terkait, kami akan membuat tim terpadu yang melibatkan Kepolisian, ITI, serta pihak bandara, untuk memperhatikan produk yang layak dan tidak di negara kita,” pungkasnya. (Team)

Baca Juga  Polsek Maesa Gelar Rekontruksi Pembunuhan Kompleks Kanopi