SMA Xaverius Ambon persiapkan siswa hadapi UN sejak Oktober 2017

oleh -115 views
Link Banner

@Porostimur.com | Ambon : SMA Xaverius Ambon, sudah mempersiapkan siswa didiknya menghadapi ujian nasional (UN) dengan melaksanakan bimbingan belajar (bimbel) sejak bulan Oktober 2017 lalu.

Persiapan secara intelek, juga dibarengi dengan simulasi UNBK dengan simulasi tahap I.

Hal ini dibenarkan Kepala SMA Xaverius Ambon, Pastor Isaius Pius Titilolorby, saat berhasil dikonfirmasi Porostimur.com, di ruang kerjanya, Senin (15/1).

”Mungkin ada sekolah lain yang belum melaksanakan simulasi UNBK pertama dan mungkin sudah ada sekolah lain juga yang sudah melaksanakannya. Jadi kami berupaya juga untuk melaksanakan itu,” ujarnya.

Digelarnya simulasi dimaksud, jelasnya, memberikan kesempatan kepada siswa didik untuk tahu mengoperasikan komputer, juga belajar tentang soal-soal UN, sehingga mereka memiliki wawasan dan bayangan seperti apa tingkat kesulitan soal-soal yang akan disuguhkan dalam UN nanti.

Baca Juga  Gempa Magnitudo 5.1 Guncang Melonguane Sulawesi Utara

Selain kedua hal intelek yang sudah disebutkan tadi, akunya, pihaknya juga melakukan koordinasi dengan pihak orang tua murid Kelas XII agar mendukung siswa giat dan rajin belajar di rumah.

”Dimana, orang tua juga berperan mengontrol anak-anak dalam mengikuti les pemantapan, agar mereka dapat mengkondisikan suasana di rumah juga. Nanti ke depan juga ada persiapan rohani, ada kegiatan rekoleksi dan juga ada Novena. Itu juga kegiatan rohani yang dilakukan sekolah menjelang UN nanti,” jelasnya.

Bahkan standar kelulusan (SKL) dalam pelaksanaan UN nanti, akunya, maka para guru pun harus melakukan analisa, di antaranya mengikuti kegiatan MGMP.

Melalui kegiatan ini, tegasnya, para guru juga dituntut untuk bisa menganalisa soal-soal yang bakalan diterbitkan dalam UN nanti, ditambah dengan materi pendukung dari kurikulum tentunya.

Baca Juga  Ditpolairud Maluku dan KP Wibisana 7013 Evakuasi ABK Kapal yang Tenggelam.

Uyntuk peserta UN dari SMA Xaverius Ambon, tegasnya, berjumlah 121 orang yang akan dibagi menjadi 3 shift.

”Dan kita juga selalu menekankan untuk UNBK-nya itu maksimalnya 3 shift atau 3 kelompok. Ada juga 2 shift sekitar 40 orang, 1 shitnya 41 jadi jumlah keseluruhannya 121,” tegasnya.

Dari sisi teknis pelaksanaan, terangnya, pihaknya juga melakukan persiapan seperti pemeriksaan jaringan UNBK, pemeriksaan dan perawatan komputer.

”Peralatan jaringan sudah disiapkan untuk simulasi tahap I dan sedang dirancangkan juga jaringan untuk simulasi tahap II,” tambahnya.

Pengalaman tahun kemarin, tambahnya, banyak siswa yang tidak tuntas nilainya khususnya pada mata pelajaran Matematika.

Dengan standar 50,5, maka hanya 1 siswa saja yang berhasil menuntaskannya dari sekolahnya, sementara yang lainnya tidak tuntas.

Baca Juga  Nikel, Booming Di Indonesia Timur

Untuk itu, diharapkannya semua siswa peserta UN tahun ini bisa lulus seluruhnya.

”Hanya 1 orang saja yang mencapai itu yang lain tidak tuntas. Supaya kali ini didorong lebih banyak, khususnya di Matematika. Karena istilahnya lulus murni, itu berarti semua anak bisa melampaui standar untuk semua mata pelajaran UN, dan diupayakan untuk semua anak dapat didorong untuk lulus lebih dari itu,” pungkasnya. (Febby Sahupalla)