SMAN 11 Ambon lewati USBN tanpa kendala

oleh -168 views
Link Banner

@Porostimur.com | Ambon : Tahapan Ujian Sekolah Berbasis Nasional (USBN) yang diselenggarakan SMA Negeri 11 Ambon berjalan dengan lancar dan sesuai dengan jadwal yang sudah dicanangkan sebelumnya.

Begitupun dari sisi soal dan kelengkapan lainnya pun tidak mengalami kendala sama sekali.

Karenanya, pihak SMAN 11 Ambon berlega hati sudah menyelenggarakan USBN kepada 511 siswa peserta yang tersebar atas 27 ruangan ujian.

Hal ini ditegaskan Kepala SMAN 11 Ambon, Hilal Wattiheluw, saat berhasil dikonfirmasi wartawan, di Ambon, Senin (26/3).

Khusus untuk soal yang digunakan dalam USBN ini, akunya, disusun oleh MGMP yang dikoordinir oleh Dinas Pendidikan Provinsi Maluku.

Dimana, soal-soal tersebut sudah dirampungkan 2 minggu sebelum penyelenggaraan USBN dan dibagikan kepada satuan pendidikan masing masing, mengingat USBN merupakan tanggung jawab setiap sekolah baik SMA maupun SMK dan sederajat.

Baca Juga  Benny K. Harman: Pertanyaan Tiada Akhir, Dekrit 5 Juli Kenapa Soekarno Tidak Sahkan UUDS 1950?

”Persiapan pelaksanaan USBN dari hari pertama sampai hari ketujuh, semua menggunakan jadwal yang sama dan agenda yang sama. Semua materi pelaksanaan USBN, SKL materinya dari pusat dan dari Badan Satuan Pendidikan (BSP) Di Jakarta. MGMP Provinsi memverifikasi setiap soal yang dikirim dari sekolah-sekolah di semua kabupaten/kota,” ujarnya.

Diakuinya, penyelenggaraan USBN masih dengan cara manual, yakni menggunakan kertas dan pensil.

Pasalnya, jika ingin menggunakan komputer akan menambah lama waktu penyelenggaraan.

”Karena kalau dibandingkan dengan Ujian Nasional hanya 4 mata pelajaran saja sedangkan Ujian Sekolah Berstandar Nasional mata pelajarannya 1 hari minimal 2 mata pelajaran selama 7 hari dan cukup banyak sehingga infrastruktur dan sumber daya guru harus diperhitungkan,” jelasnya.

Baca Juga  Peduli Dampak Covid-19, STP Labuha Bagi Sembako

Menurutnya, guna menjadi peserta uSBN, seluruh siswa kelas XII diharuskan memenuhi 3 hal yakni harus naik dari kelas X, XI, XII.

Begitupun peserta juga harus memiliki sikap nilai yang baik, yang dikategorikan anak yang naik kelas, serta harus lulus USBN.

Sayarat dimaksud, terangnya, merupakan ketentuan dari satuan pendidikan.

Dimana, dari masing-masing satuan pendidikan menentukan sendiri nilai dari per mata pelajaran USBN.

”Dan kita sudah rapat dengan semua sekolah mengenai hal tersebut. Untuk guru yang mengawas masih menggunakan guru dalam sekolah, hanya saja untuk guru mata pelajaran yang di-USBN-kan tidak diperkenankan mengawas,” pungkasnya. (febby sahupala)