So Sad, Kisah Cinta Pangeran Belgia & Putri Belanda yang Seng Mungkin Bersatu

oleh -61 views
Link Banner

Porostimur.com – Den Haag: Pangeran Gabriel dari Belgia dan Putri Mahkota Belanda Catharina Amalia dikabarkan menjalin hubungan. Dari mata orang luar, kisah cinta keduanya tampak seperti cerita dongeng romantis, namun menyedihkannya hubungan keduanya tidak mungkin bisa terwujud. Apa alasannya

Hubungan keduanya pertama kali diberitakan oleh media Jerman, Gala yang mengklaim bahwa Pangeran 18 tahun itu dengan Putri 17 jatuh cinta. Keduanya memang telah mengenal sejak lama. Kini keduanya dikabarkan menjalin hubungan cinta, dan saling mengunjungi satu sama lain.

Meski belum ada konfirmasi resmi dari salah satu keluarga kerajaan, namun outlet media HLN mengungkap bahwa cinta mereka terhalang oleh hukum yang telah berlaku selama kurang lebih 200 tahun.

Baca Juga  Jika Papua Merdeka, Inilah yang Akan Terjadi, Tambang Grasberg Lepas dari Indonesia

Dalam undang-undang yang dibuat pada 1830, anggota kerajaan Belgia dan Belanda dilarang untuk menikah.

Apakah hukum tersebut bisa diubah? Mantan presiden Belgia Herman De Croo menjawab bahwa tampaknya tidak mungkin ada perubahan dalam hukum yang telah disahkan selama ratusan tahun itu.

“Kita tidak bisa menjauhkan (hukum tersebut). Itu telah dibuat sebagai preseden (sesuatu yang dijadikan contoh). Jika Anda mengulas topik ini, mengapa yang lain tidak?” pandangan Herman De Croo.

Jika di masa depan Pangeran Gabriel dan Putri Amalia menikah mungkin akan terjadi drama antara dua kerajaan. Lantaran, Putri Amalia sendiri merupakan calon Ratu Belanda di masa depan.

Putri Catharina Amalia merupakan Anak tertua dari Raja Willem Alexander dan Putri Maxima. Remaja 17 tahun itu pada Agustus ini membuat keputusan penting.

Baca Juga  Pemerintah & DPRD Kabupaten Buru Diduga Manipulasi Anggaran Corona

Pada Desember, Putri Amalia akan berusia 18 tahun, di mana secara hukum dia akan diberikan tunjangan tahunan sebesar 1,6 juta euro atau sekitar Rp 27 miliar sampai dia mengambil tugas kerajaan resminya sebagai ratu.

Dengan bijak, Putri Amalia menolak tunjangan tersebut dengan menulis surat tulisan tangan yang dikirim ke Perdana Menteri Belanda Mark Rutte.

“Pada 7 Desember 2021 saya akan berusia 18 tahun dan, menurut hukum, menerima tunjangan. Saya merasa itu tidak nyaman selama saya tidak melakukan apa pun sebagai balasannya, dan sementara siswa lain memiliki waktu yang jauh lebih sulit, terutama dalam periode virus corona ini,” isi surat Putri Amalia.

Baca Juga  KNPI Polisikan Abu Janda Terkait Dugaan Rasisme ke Natalius Pigai

(red/wolipop)