Soal Biaya Baperan dan Sumber Pendanaannya, ini Kata Bupati Morotai

oleh -31 views
Link Banner

Porostimur.com | Daruba: Pemda Morotai memfasilitasi pasien, keluarga pasien dan petugas pendamping rujukan pasien yang tidak dapat ditanganani di Morotai. Fasilitas itu berupa biaya transport, uang makan bagi pasien dan keluarga pasien.

Sementara untuk petugas pendamping diberi fasilitas biaya transportasi, akomodasi dan uang makan. Kebijakan ini disebut dengan BAPERAN (Biaya Pendamping Pesien Rujukan).

Bupati Morotai, Benny Laos menjelaskan, besaran satuan biaya transportasi rujukan pasien dan biaya pendamping rujukan pasien berasal dari dana untuk Penerima Bantuan Iuran (PBI) Jaminan Kesehatan yang bersumber dari Anggaran Pendapatan dan Belanja Negara (APBN) dan PBI yang bersumber dari Anggran Pendapatan dan Belanja Daerah (APBD) Pulau Morotai.

Baca Juga  Pemkot Ambon Siap Gelar Vaksinasi Massal untuk Warga yang Belum

“Pemda telah membuat ketetapan besaran biaya melalui SK Bupati Pulau Morotai No 440/111/ KPTS/ PM/ 2018 (lihat flyer). Dalam ketetapan itu di atur besara biaya yang diberikan sesuai dengan rumah sakit tujuan rujukan. Dari Daruba ke Jakarta diberi bantuan transport Rp. 10.000.000.- dan terendah ke Tobelo Rp. 2.000.000.-,” beber Benny Laos melalui keterangan tertulisnya, Kamis (3/12/220).

“Seperti yang telah disampaikan bahwa, kebijakan Baperan merupakan kebijakan “antara” untuk menjembatani kekurangan fasilitas kesehatan, tenaga medis/ paramedis yang sementara ini dipersiapkan hingga fasilitas itu terpenuhi. Mohon doa dan dukungan agar proses pembangunan di Morotai lancar dan tidak terhambat sesuatu apapun,” imbuhnya.

Benny Laos menambahkan, dirinya memahami bahwa besaran bantuan ini belum 100% mengcover total biaya yang dibutuhkan pada saatnya pasien harus di rujuk – karna pasti akan ada biaya xxx lainnya yang tidak terduga.

Baca Juga  Danrem 151/Binaiya Kini Dijabat Putra Maluku Jenderal Bintang Satu

Tetapi untuk saat ini, dengan anggaran yang dimiliki pemda Morotai, ini terbaik yang bisa disediakan untuk masyarakat. (red)