Soal Dugaan Korupsi Rp1.6 Miliar, Ini Kata Kades Lata – Lata

oleh -91 views
Link Banner

Porostimur.com | Labuha: Menanggapi aksi unjuk rasa yang dilakukan oleh sejumlah warga terhadap dirinya di Labuha, Ibukota Kabupaten Halmahera Selatan sehari sebelumnya, Kepala Desa Lata – Lata, Abdul Malik Gama saat dikonfirmasi porostimur.com via telepon genggamnya mengatakan dia akan bertangung jawab serta meminta pada masyarakatnya agar menunggu hasil audit tahun 2018 dan 2019 terkait dugaan korupsi tersebut.

“Saya masih menunggu hasil audit tahun 2018 dan 2019 atas dugaan yang di sampaikan masyarakat, karena dua tahun itu belum ada hasil uaditnya,” jelas Abdul Malik Gama.

Dikatakannya kegiatan pada tahun 2016 merupakan kegiatan pejabat sementara, kemudian kegiatan pada tahun 2017 hasil auditnya sudah dikantongi dirinya sendiri.

“Tahun 2016 itu kegiatan pejabat sementara, memasuki kegiatan tahun 2017 hasil auditnya sudah ada sama saya, “ucap Abdul.

Link Banner

Ditanyakan soal aksi unjuk rasa masyarakatnya di ibukota kabupaten, Abdul bilang, unjuk rasa yang dilakukan merupakan suatu dinamika masyarakat yang merasa dirugikan.

Baca Juga  Pencuri Brankas Bapeda Buru Ditangkap

“Aksi yang mereka lalukan itu dinamika karena namanya seorang pemimpin layak mendapatkan kritik” tukasnya.

Untuk diketahui, sejumlah warga Desa Lata – Lata, Kecamatan Kasiruta Barat, Kabupaten Halmahera Selatan, Senin (10/08/20) kemarin, menggelar aksi unjuk rasa di depan Polres Halsel dan DPMD Halsel terkait dugaan kasus korupsi yang dilakukan Abdul Malik Gama selaku kepala desa.

Aksi unjuk rasa yang melibatkan masyarakat serta pemuda dan mahasiswa Desa Lata – Lata atas dugaan kasus korupsi dan mark-up anggaran Dana Desa dengan Alokasi Dana Desa senilai Rp1.623.040.061 (Satu Miliar Enam Ratus Dua Puluh Tiga Juga Empat Puluh Ribuh Enam Puluh Satu Rupiah) di Desa Lata – Lata.

Baca Juga  Edukasi Warga, Tim Pemantau & Monitoring Covid-19 Kota Ambon Bagi Masker Kepada Warga

Dalam aksinya, warga meminta adanya penyelidikan oleh Kejaksaan Tinggi Maluku Utara dan Kejaksaan Tinggi Halmahera Selatan.

Saat menyampaikan orasi, Arnold Faici koordinator aksi mengatakan ada dugaan kasus tindak pidana korupsi oleh terduga bernama Abdul Malik Gama selaku Kepala Desa Lata – Lata.

Warga menuding Kades telah melakukan penyelewengan dan melakukan mark-up anggaran Dana Desa serta Alokasi Dana Desa dengan nilai mencapai kurang lebih Rp1,6 Miliar.

Menurut Arnold, pengelolaan Anggaran Dana Desa (ADD) dan Dana Desa (DD) di Desa Lata-Lata, Kecamatan Kasiruta Barat, Kabupaten Halmahera Selatan (Halsel) diduga bermasalah sejak tahun 2016,2017,2018 dan 2019 sekitar Rp3 Miliar lebih.

Lanjut Arnold, dugaan penyalahgunaan itu telah dilaporkan oleh sejumlah warga desa setempat ke Kejaksaan Tinggi Maluku Utara, beberapa pekan lalu

Kata Arnold , semua program yang bersumber dari ADD dan DD sampai saat ini tidak ada transparansi dari kades terhadap masyarakat, bahkan program fisik maupun non fisik tidak terlaksana sejak selama tahun ini.

Baca Juga  Kasus penganiayaan di Leihitu, Polsek upayakan diversi

Selain itu, berdasarkan keterangan tertulisnya massa aksi menyebut, program kegiatan desa selama empat tahun di Desa Lata-Lata tidak berjalan. Namun laporan pertanggung jawaban anggaran setiap tahun terealisasi 100 persen.

Dalam aksi tersebut, warga just mendesak Bupati Bahrain Kasuba segera menonaktifkan atau memecat Abdul Malik Gama dari jabatan sebagai kepala desa, dan menggantikan pejabat lama ke pejabat sementara (PJS).

Warga juga mengatakan bahwa aksi tersebut bukan awal atau akhir dalam perjuangan melainkan mengingatkan pada Bupati Bahrain agar segera mengambil sikap soal aspirasi warga Desa Lata – Lata. (adhy)