Soal Kelangkaan Minyak Tanah di Maluku, DPRD Marah Besar

oleh -101 views
Link Banner

Porostimur.com. Ambon: Anggota DPRD Provinsi Maluku marah besar atas jawaban PLT SAM ( Sales Area Manager ) Lucky Hariyanto yang seolah-olah menyalakan masyarakat atas kelangkaan BBM (minyak tanah).

Hal itu terlihat pada Rapat Kerja Komisi II DPRD dengan pihak Pertamina terkait kelangkaan BBM di laksanakan di ruang paripurna gedung DPRD Provinsi Maluku, Selasa (19/1/2021)

Rapat tersebut di hadiri oleh Ketua komisi “II” DPRD Provinsi Maluku Shanty Tehtol serta sejumlah anggota Komisi II, PLT SAM (Sales Area Manager) Lucky Hariyanto dan distributor wilayah Kabupaten .

Saat ditanyakan mengenai penyebab kelangkaan BBM (minyak tanah), Lucky berkata,” penyebab dari kelangkaan itu adanya isu pindahnya minyak tanah ke LPG.

Lucky bilang mungkin hal itu yang membuat masyarakat khawatir pahadal pihaknya sudah menjelaskan ke agen-agen untuk konferensi pindah ke LPG sudah disosialisasikan dan prosesnya masih panjang.

Baca Juga  Lumalatal masuk daftar Kampung KB SBB

“Yang kedua, masyarakat panik karena ada isu penimbunan, jadi karena isu penimbunan masyarakat panik,” imbuhnya.

Menanggapi pernyataan Lucky, anggota Komisi “II” DPRD Provinsi Maluku Turaya Samal marah besar, sebab pertnyaan tersebut terdengar seolah-olah menyalahkan masyarakat.

“Sangat tidak masuk akal! Kok jawabannya cukup santai sementara rakyat berteriak. Masa seakan-akan masalah ini ada di masyarakat dan tidak ada di pihak Pertamina dan distributor,” kata Turaya dengan nada keras.

“Tidak bisa begini pak jawabannya kami tidak terima loh dengan jawaban seperti ini,” tegasnya.

Selain Turaya, anggota Komisi II lainnya yakni Aziz Hentihu saat diwawancarai, juga menanggapi persoalan kelangkaan BBM.

Hentihu bilang, masalah ini harus selesai dengan jelas dan kalau tidak selesai maka akan dibentuk Pansus.

Baca Juga  Kapolda Maluku Dukung Pembangunan Pastori Gereja Teratai Kasih Aspol Tantui

“Saya tadi mendesak, karena jawaban Pertamina kan simpel, dia sudah menyiapkan kuota. Katanya kuotanya ideal di Maluku bahkan dari bulan Desember sampai bulan Januari ada penambahan 5 sampai 10 %. Saya katakan kadang ini siklus di Indonesia ini dia mesti tahu kasu. Kalau begini kan banyak trus masalahnya dimana,” ungkapnya.

“Kemudian ada hak dan kewajiban baik di level agen dengan pelanggan sampai level bawah itu melekat. Beta mendesak apakah sudah ada punishment sebelumnya tapi tidak juga dijawab. Ini bagi beta patut diduga ada mafia yang main,” sambungnya.

Ditanya soal jawaban Lucky yang seolah-olah menyalahkan rakyat , Aziz bilang tidak masuk akal, sebab publik Maluku di fasilitasi bangsa ini.

Baca Juga  KKIG Kota Bitung Gelar Rapat Finalisasi acara Walimah dan Tab'ligh Akbar

“Kuotanya cukup lalu kalau menyalahkan publik itu kejahatan lainnya, tidak bisa dong. Kalau kuota tidak cukup komunikasi dong sama kita dan Pemda,” tegas Aziz. (valen)