Soal Limbah B3 di Kusubibi, DPP APRI Kantongi Nama Pengusaha dan Oknum Aparat yang Jadi Backing

oleh -80 views
Link Banner

Porostimur.com | Labuha: Maraknya peredaran limbah B3 atau bahan berbahaya sianida dan mercury di lokasi tambang rakyat Kusubibi yang dikeluhkan warga setempat, kini mendapat sorotan tajam dari Dewan Pimpinan Pusat (DPP) Asosiasi Pertambangan Rakyat Indonesia (APRI) Indonesia melalui sejumlah media massa.

Melalui Sekretaris Jenderal (Sekjen), Imran S. Malla mengatakan, maraknya isu lingkungan terlihat peredaran limbah B3 pihaknya sudah mengantongi nama-nama pengusaha sebagai agent mercury dan sianida maupun oknum aparat yang membacking kegiatan tersebut.

“Jadi, DPP APRI akan berkoordinasi dengan tim GAKKUM Kementerian terkait dan Polhukam untuk segera ditindak lanjuti. Sebab, kita tidak mau hal yang sama terjadi seperti daerah lain contohnya Gunung Botak, Pulau Buru terjadinya pencemaran dan kerusakan lingkungan masyarakat menjadi korban,” tegas Imran.

Baca Juga  Genjot Vaksinasi di Malra, Bupati Langsung Turun Gunung

Menurut Imran, Gunung Botak saat itu ada puluhan triliun negara dirugikan karena ulah pengusaha yang tidak mau taat terhadap hukum karena merasa dibacking oleh oknum aparat.

“Rata-rata pengusaha yang ada di Kusubibi itu adalah para pelaku yang ekspansi dari pulau buru pasca Gunung botak di tutup dan kondisi kusubibi itu akan terjadi sama dengan gunung botak,” pungkasnya. (adhy)