Soal LIN dan ANP, Yeremias: Pemprov Maluku Tak Serius

oleh -557 views
Link Banner

Porostimur.com, Ambon – Lumbung Ikan Nasional (LIN) yang menjadi harapan masyarakat Maluku untuk meningkatkan kesejahteraan nelayan lokal dengan mengangkat kualitas serta menyediakan jaminan asuransi bagi para nelayan, terancam gagal dan akan dipindahkan dari Provinsi Maluku.

Pelabuhan Ambon Baru (Ambon New Port) yang awalnya gencar akan dibangun di atas lahan seluas 700 hektar di kawasan Desa Wai, Kecamatan Salahutu, Kabupaten Maluku Tengah pun, dikabarkan akan minggat dari provinsi berjuluk seribu pulau ini.

Kabar yang menjadi buah bibir masyarakat Maluku pekan ini, akhir tahun lalu sudah disampaikan dalam kata akhir Fraksi Partai Golkar terhadap RAPBD Provinsi Maluku TA 2022 pada (15/12/2021)

Ketua Fraksi, Anos Yeremias itu mengatakan Gubernur Maluku Murad Ismail belum berhasil meyakinkan pemerintah pusat terkait LIN dan Ambon New Port.

“Hal ini terlihat dari skema pembiayaan Ambon Newport dan Lumbung Ikan Nasional (LIN) yang tidak lagi memakai skema pembiayaan dari APBN tetapi sudah dikerjasamakan dengan swasta,” kata dia, Jumat (14/1/2022)

Baca Juga  Akibat Gempa, Gedung Fakultas Kedokteran Unpatti Ambon Rusak

“Ini adalah nama lain dari pembatalan program strategis tersebut dengan narasi yang lebih diperhalus,” tegas dia.

Yeremias bilang, jika program yang digagas semenjak 2010 sewaktu kepemimpinan Presiden Susilo Bambang Yudhoyono ini akan benar-benar dipindahkan dari Provinsi Maluku, maka sudah jelas bahwa pemerintah provinsi saat ini tidak serius bahkan tidak mampu mengelola kepentingan rakyat.

“Ini sekali lagi memberikan indikasi bahwa pemerintah daerah belum mampu dalam mengamankan kepentingan daerah di mata pemerintah pusat,” pungkas dia.

Sementara itu, berdasarkan informasi yang diperoleh porostimur.com, konon sampai saat ini pemerintah provinsi Maluku belum menyampaikan cetak biru program LIN kepada pemerintah pusat, sehingga pemerintah pusat kesulitan untuk menetapkan status hukum program LIN baik berupa Inpres atau pun Kepres.

Baca Juga  Sudah Melakukan Tinjauan, Komisi III DPRD Maluku Akan Mengundang PUPR

Hal yang sama juga terjadi pada proyek Pelabuhan Ambon Baru, bahkan lebih fatal lagi proyek yang masuk proyek strategis nasional itu belum memiliki visibility studi.

Salah satu sumber internal di Kementerian Marves menyebut lokasi Ambon New Port saat ini tidak layak karena berada persis di atas patahan gempa. Selain itu aroma tak sedap terkait pembebasan lahan, sebab ada orang penting di Maluku yang ingin mengambil untung dengan menjual lahannya di kawasan tersebut dengan memasukkan lahan miliknya dalam areal lahan yang akan dibebaskan

(TIM)

No More Posts Available.

No more pages to load.