Soal Nelayan Kubur Ikan Hasil Tangkapan di Morotai, Ini Penjelasannya

oleh -862 views
Link Banner

Porostimur.com | Morotai: Nelayan di Desa Sangowo, Kecamatan Morotai Timur, Kabupaten Pulau Morotai, Maluku Utara, terpaksa mengubur ikan tuna hasil tangkapannya karena membusuk.

Sebagaimana diberitakan sebelumnya oleh media ini pada Ahad (5/4/2020), dengan judul “Pembeli Sepi, Stok Ikan Nelayan di Morotai Membusuk”, berikut penjelasan Kahar Lastori, penyuplai ikan tuna di Morotai.

Lastori mengaku, terpaksa mengubur puluhan ikan berukuran besar itu, lantaran kualitas ikan tersebut tak lagi memenuhi standar ekspor.

“Itu jumlahnya sekitar 2 ton, dikuburkan pada Minggu (5/4/2020) karena pihak perusahaan PT Harta Samudra tidak menerima ikan nelayan yang sudah rusak,” kata Kahar, sebagaimana dilansir porostimur.com dari kompas.com Selasa (7/4/2020).

Kahar bilang, dua ton ikan itu akan diekspor ke Vietnam, tapi PT. Harta Samudra di Pulau Morotai tidak mau menerimanya karena ikannya sudah busuk.

Baca Juga  TPNPB-OPM Klaim Bertanggungjawab, Pangdam Kasuari: Mereka Hanya Cari Panggung

Menurut Kahar, ikan hasil tangkapan para nelayan tersebut membusuk lantaran kekurangan pasokan es balok saat proses pendinginan.

“Kendalanya yaitu nelayan dari Halmahera Timur kekurangan es sehingga sekitar 2 ton ikan harus dikubur,” ungkapnya Kahar.

Lastori menjelaskan, pihak perusahaan pengekspor menolak ikan hasil tangkapan para nelayan itu karena sudah bau akibat tergenang darah di bak penampung.

“Para nelayan, kata dia, lupa mengganti air penyimpanan ikan dalam perjalanan pulang melaut, sehingga saat mereka di Morotai, ikannya sudah berbau tidak sedap karena darah ikan”, kata Kahar.

Menurut Kahar, kejadian ini bukan yang pertama kali, melainkan sudah kali keempat.

Akibat peristiwa ini, Kahar mengaku mengalami kerugian sekitar Rp60 juta. (red/vonny/kompas)