Soal Papua, JK: Kadang Harga Diri Lebih Tinggi dari Infrastruktur

oleh -47 views
Link Banner

Porostimur.com | Jakarta: Wakil Presiden Jusuf Kalla membeberkan alasan mengapa kondisi Papua bisa demikian ricuh dalam beberapa hari terakhir.

Jusuf Kalla mengatakan, meski pemerintah sudah melakukan pembangunan besar-besaran di Papua, namun tak akan berpengaruh jika ada oknum yang sengaja mengusik harga diri masyarakat Papua.

“Orang atau masyarakat tentu mendambakan suatu kehidupan yang baik, dan infrastruktur yang baik. Tapi ada sesuatu yang kadang lebih tinggi dari itu, yaitu harga diri,” kata Jusuf Kalla di Kantor Wakil Presiden, Jakarta Pusat, Rabu (4/9).

“Itu akibat dikatakan monyet, harga diri orang Papua tersinggung. Mula-mulanya kan hanya minta Jawa Timur minta maaf, dan sudah. Persoalan sebenarnya sudah selesai di kasus itu,” ujar JK.

Link Banner

Tak cuma masyarakat Papua saja, setiap orang maupun kelompok di luar orang Papua juga akan tersinggung jika ada oknum yang menjelek-jelekkan mereka. Oleh sebab itu ia meminta agar masyarakat menjaga kata-katanya agar tak menyinggung pihak lain.

Baca Juga  Kekerasan meningkat, gabungan organisasi di Tual gelar aksi damai

“Sama saja kalau satu daerah dikatakan apa pasti tersinggung juga, kan? Cuma di Papua memang unsur-unsur itu adalah ya, jadi karena itu kita harapkan semua pihak atau siapa pun tetap berhati- hati atau berkata sopan,” ujar Jusuf Kalla.

Terkait permasalahan yang terjadi pada 16 dan17 Agustus di asrama Papua di Surabaya, Jusuf Kalla menganggap sudah selesai. Sebab Gubernur Jatim Khofifah Indar Parawansa maupun Wali Kota Surabaya Tri Rismaharini sudah meminta maaf.

“Jadi bukan soal dia (masyarakat Papua) tidak ingin hidup lebih baik, infrastruktur lebih baik, tapi ada harga diri yang tadi, Gubernur, Wali Kota Surabaya minta maaf, mestinya diterima,” jelasnya.

Baca Juga  Bahas Pengembangan Pariwisata, Komisi II DPRD Malut Tandang ke Kemenpar RI
Panglima TNI dan Kapolri tinjau Latihan PPRC Divisi 2 Kostrad, di Lanud Silas Pare-Pare, Sentani, Papua. Foto: Reki Febrian/kumparan

Papua Semakin Kondusif

Kondisi di Papua beberapa hari ini semakin kondusif. Setelah beberapa hari memanas, situasi di sejumlah daerah kembali tenang dan aktivitas masyarakat berangsur normal.

Setelah berdiskusi bersama jajaran Forkopimda, termasuk Gubernur Papua, Kapolri sebelumnya menegaskan tidak ada lagi kegiatan demonstrasi yang berujung pada kerusuhan lagi di Papua. Bahkan, Gubernur Papua Lukas Enembe melarang adanya aksi demo yang disertai aksi kerusuhan.

“Pak Gubernur lebih tegas lagi semalam, sudah tidak ada demo-demo dulu. Ini dicatat, tolong,” ucap Kapolri Jenderal Pol Tito Karnavian di Lanud Silas Papare, Sentani, Papua, Rabu (4/9).

Tito mengatakan, pelarangan demo ini bukan berarti melarang penyampaian pendapat di depan umum. Menurutnya, penyampaian pendapat di muka umum harus dilakukan dengan cara-cara yang sesuai dengan undang-undang. (RTL/red/suara)