Soal Pemindahan Ibukota, JK Bilang DPR dan Pemerintah yang Akan Putuskan

oleh -115 views
Link Banner

Porosrimur.com | Jakarta: Wakil Presiden Jusuf Kalla (JK) mengatakan rencana pemindahan Ibu Kota dari Jakarta ke Kalimantan Timur masih memerlukan proses yang panjang.

Salah satunya adalah melalui proses pembahasan di DPR RI.

JK menuturkan, Presiden Joko Widodo (Jokowi) sebelumnya sudah meminta izin kepada DPR RI untuk memindahkan ibu kota dari DKI Jakarta ke Kalimantan Timur. Setelah itu, pemindahan ibu kota kemudian diajukan ke DPR untuk dibahas.

“Jadi pemerintah itu tak sepihak. Ini calon ibu kota, dan nanti diajukan ke DPR. Itu prosesnya,” ujar JK di Kantor Wakil Presiden, Jalan Medan Merdeka Utara, Jakarta Pusat, Selasa (27/8/2019).

Menurut JK, pendalaman dan kajian terkait pemindahan Ibu Kota dilakukan dari berbagai aspek.

Baca Juga  Bola Tolak Masuk ke Gawang, Arwah Maradona Disebut Selamatkan Boca Juniors

Pendalaman tersebut kemudian akan menjadi sebuah kajian akademis yang bisa dibahas DPR untuk melahirkan sebuah rancangan undang-undang (RUU).

“Baru dibuat perencanaan yang fix. Karena ini bagaimana pun baru diajukan ke DPR dulu. DPR dan pemerintah yang memutuskan bersama-sama,” ujarnya.

Pemerintah kata JK, berupaya untuk menyelesaikan proses pemindahan ibu kota dalam kurun waktu lima tahun ke depan.

Akan tetapi, JK menggarisbawahi kalau pemindahan ibu kota itu mesti dilakukan dengan perencanaan yang matang dan hati-hati.

“Karena untuk pembangunan di Kalimantan Timur itu dia punya batunya harus diambil dari Sulawesi, Sulawesi Tengah dan Sulawesi Barat. Perlu pendalaman lebih tajam lagi,” kata dia.

Baca Juga  Tim SAR Ungkap Identitas 9 Penumpang KLM Garuda Jaya yang Hilang
Kalimantan Timur di Pulau Kalimantan yang ditetapkan sebagai ibu kota negara
Kalimantan Timur di Pulau Kalimantan yang ditetapkan sebagai ibu kota negara

Ada Tiga Sesar Pembangkit Gempa di Kalimantan Timur

Kepala Bidang Mitigasi Gempabumi dan Tsunami BMKG Daryono menyebut ada tiga struktur sesar atau patahan di sana. “Sesar Maratua, Sesar Mangkalihat, dan Sesar Paternoster,” katanya lewat keterangan tertulis Jumat 23 Agustus 2019.

Sesar Maratua dan Sesar Mangkalihat berada di wilayah Kabupaten Berau dan Kabupaten Kutai Timur dan masih sangat aktif. BMKG mencatat aktivitas kegempaannya cukup tinggi dan membentuk klaster sebaran pusat gempa yang berarah barat-timur.

Berdasarkan hasil kajian Pusat Studi Gempa Nasional pada 2017, Sesar Mangkalihat memiliki potensi magnitudo mencapai M=7,0. Intensitas atau guncangan gempanya berskala VI-VII MMI. “Artinya gempa yang terjadi dapat menimbulkan kerusakan tingkat sedang hingga berat di Semenajung Mangkalihat dan sekitarnya,” kata Daryono.

Baca Juga  Belum Diresmikan, Fasilitas Sweering Mangon Sudah Rusak

Adapun Sesar Paternoster yang jalurnya berarah barat-timur melintasi wilayah Kabupaten Paser. Meskipun termasuk kategori sesar berusia tersier,  BMKG mencatat di jalur sesar ini masih sering terjadi gempa.

Catatan gempa di Kabupaten Paser cukup banyak, di antaranya yang paling kuat adalah Gempa Paser berkekuatan M=6,1 pada 26 Oktober 1957. Peristiwa gempa tektonik yang terbaru adalah Gempa Longkali, Paser, pada 19 Mei 2019 bermagnitudo 4,1.  “Guncangannya sempat menimbulkan kepanikan masyarakat,” ujar Daryono. (RTL/red)