Soal Penebangan Pohon Kelapa di Auponhia, ini Kata Wakapolres Kepulauan Sula

oleh -120 views
Link Banner

Porostimur.com | Sanana: Penanganan kasus penebagan pohon kelapa di Desa Auponhia, Kecamatan Mangoli Selatan, Kabupaten Kepulauan Sula (Kepsul) yang diduga melibatkan Pejabat Kepala Desa Auponhia, Bambang Umafagur dan telah di laporkan pada Januari 2020 lalu oleh Pergerakan Mahasiswa Muslim Indonesia (PMII) dan warga Auponhia dinilai lambat.

Wakapolres Kepsul, Kompol Arifin La Ode Burry, kepada porostimur.com, Selasa (14/7/2020) menyampaikan bahwa laporan kasus penebangan pohon kelapa yang dilaporkan pada Januari lalu, langsung dinaikkan ke penyidikakan oleh penyidik Reskrim Polres Kepsul. Namun tiga kali di kembalikan untuk melengkapi petunjuk oleh Jaksa.

Menurut La Ode, saat ini penyidik melengkapi petunjuk Jaksa dan sekarang masih dilakukan pemeriksaan saksi-saksi di ruang Reskrim.

Baca Juga  Saifudin Dano Soleman dan Saiful Ahmad Resmi Pimpin Partai Gelora Indonesia Provinsi Maluku Utara

Selain itu, Arifin juga melakukan klarifikasi terkait pemberitaan media ini pada Senin 13/7 dengan judul ” Waka Polres Kepsul Tidak Mengetahui Kasus Penebangan Pohon Kelapa di Aupohia” kemarin.

La Ode Burry menjelaskan, kasus penebagan pohon kelapa beekaitan dengan salah satu anggota yang juga menjadi korban sehingga (Dia – red) sangat mengetahui akan tetapi lanjutnya, lambatnya kasus ini disebabkan penyidik masih melengkapi petunjuk Jaksa. (ifo)