Soal Polemik Penataan Kawasan Tapal Kuda, ini Penjelasan Kapendam Pattimura

oleh -151 views
Link Banner

Porostimur.com | Ambon: Menyikapi pemberitaan sejumlah media di Ambon dan wacana di media sosial tentang pemanfaatan Baileo Emas Putih & Rencana pembangunan Mesjid terapung di kawasan Tapal Kuda, Nusaniwe, Ambon, Kapendam XVI/Pattimura, Kolonel Arm Stefie Jantje Nuhujanan mengatakan, pada dasarnya Kodam tidak berniat untuk mengganggu tempat-tempat warga berekreasi di lokasi tersebut, justru pihaknya sedang berupaya menjadikan tempat tersebut sebagai wahana rekreasi yg indah dan menjadi salah satu Icon dikota Ambon.

“Hingga saat ini, kami sedang melakukan pembenahan seperti pembenahan Baileo Emas Putih. Bagi pengunjung, di lantai 2 disiapkan sarana olah raga fitness untuk siapa saja yang berminat, termasuk masyarakat umum sedangkan di lantai 1 tetap difungsikan sebagai tempat pertemuan masyarakat/ untuk melakukan perdamaian, yang representative dan cukup lengkaplengkap,” ujar Nuhujanan, Jum’at (25/2/2021).

Baca Juga  Sejumlah OKP di Sanana Bilang, Soal Dugaan Penistaan Agama Cuma Hoax

Nuhujanan menjelaskan, lokasi sekitar pantai kini sedang diperindah dengan melakukan pembersihan pantai dari sampah-sampah yang mengotori laut. Dalam seminggu minimal dua kali pembersihan sampah di dasar laut dengan menyelam menggunakan tabung selam.

“Kemudian kami juga membuat penanaman terumbu karang termasuk memasukkan kendaraan kendaraan bekas ke dasar laut untuk menjadi rumah ikan dan juga untuk menyalurkan hobi menyelam dengan melihat taman laut yang indah di dalamnya,” ungkapnya.

Link Banner

Kapendam juga mengatakan, di sekitar lingkungan Baileo Emas Putih, sengaja dipasangi pelampung warna putih yang di bawahnya di lengkapi jaring selebar 1,5 meter yang menggantung di pelampung untuk menahan sampah agar tidak masuk ke areal taman laut.

Baca Juga  Tatap Muka Bersama Jajaran Polda Maluku, Ini Pesan Irwasum Mabes Polri

“Dengan demikian pembangunan dan pembenahan sarana-sarana yang ada justru akan menarik minat wisatawan untuk berkunjung ke daerah tersebut. Dan tentunya ini akan meningkatkan perekonomian masyarakat terutama masyarakat yang berjualan di sekitar tempat rekreasi. Selain itu masyarakat sekitar juga semakin betah berada di tempat rekreasi tersebut karena fasilitas yang tersedia semakin banyak dan indah,” ujar Nuhujanan.

“Kemudian untuk areal pantai yang ditimbun Balai Wilayah Sungai (BWS) sebagai talut yang suka digunakan untuk olah raga sepak bola oleh anak anak tidak ada rencana untuk didirikan bangunan permanen. Kemarin memang ada bedeng sementara sebagai tempat penyimpanan alat-alat bahan bangunan untuk renovasi Baileo Emas Putih. Itu Kami minta izin ke BWS, Tapi sekarang sudah kami Bongkar,” paparnya.

Sedangkan untuk masalah pembangunan masjid terapung di samping Baileo Emas Putih, Nuhujanan bilang masih wacana dalam rangka melengkapi tempat pertemuan yang seyogyanya ada tempat ibadah dimana sewaktu waktu bisa digunakan apabila ada pertemuan masyarakat dan dapat juga digunakan pengunjung tempat rekreasi pantai. (red)