Soal Tewasnya Warga Sipil di Tangan Oknum Kopassus, ini Kata Dandim 1510/Sanana

oleh -297 views
Link Banner

Porostimur.com | Sanana: Dandim 1510/Sanana, Letkol. Inf. Try Yudianto membenarkan peristiwa penganiayaan oleh oknum anggota TNI yang menyebabkan tewasnya warga sipil di Falabisaya pada Kamis Kemarin.

“Berita itu memang benar, dan sekarang telah kita proses sesuai prosedur,” katanya.

Menurut Try, pihak Kodim Sanana telah berkoordinasi dengan keluarga korban untuk menyelesaikan persoalan tersebut.

“Untuk keluarga korban telah kita selesaikan secara kekeluargaan. Untuk yang bersangkutan (pelaku, red) sedang menjalani proses lebih lanjut,” terangnya.

Ia menambahkan, saat ini motif tindakan penganiayaan yang dilakukan Praka BB masih didalami.

“Untuk motif masih kita dalami,” ujarnya.

Sesuai prosedur, Try bilang, untuk persoalan hukum, pelaku BB akan dikembalikan ke satuan Kopassus untuk diproses lebih lanjut.

“Sesuai prosedurnya, yang bersangkutan akan kami kembalikan ke satuan asal untuk proses hukum lebih lanjut,” tukasnya.

Baca Juga  DPRD Kota Ambon Targetkan Penetapan APBD 2020 Akhir November

Sebagaimana diberitakan sebelumnya oleh media ini, Kamis (4/2/2021), seorang oknum anggota Tentara Nasional Indonesia (TNI) dari korps Komando Pasukan Khusus (Kopassus) diduga menganiaya warga Desa Tomori, Kecamatan Bacan, Halmahera Selatan, Maluku Utara, hingga tewas.

Kejadian tersebut terjadi di Café MJ di Desa Rawa Mangoli, Kecamatan Mangoli Utara, Kepulauan Sula, Kamis (4/2) dini hari sekira pukul 2 WIT.

Informasi yang dihimpun media ini menyebutkan, peristiwa tersebut berawal saat oknum anggota TNI berinisial Praka BB masuk ke café dan terlibat adu mulut dengan korban Reski Labidi.

Tiba-tiba, Praka BB meninju dada korban hingga korban tersungkur. BB jga memukul bagian wajah korban hingga memar.

Melihat korban tak sadarkan diri, salah satu warga kemudian melarikan korban ke Puskesmas Falabisahaya, Kecamatan Mangoli Barat. Namun sesampainya di puskesmas, ternyata nyawa korban tidak dapat tertolong. (red)