Soal Trans Modapuhi, Sahrul: Pemda Jangan Asal Klaim

oleh -40 views
Link Banner

Porostimur.com | Sanana: Klaim Pemerintah Daerah Kabupaten Kepulauan Sula (Kepsul) Propinsi Maluku Utara (Malut) melalui pesan WhastApp Kepala Bagian Humas dan Protokoler Basiludin Labesi, terkait kegiatan Pembangunan Irigasi Sawah di Trans Modapuhi tahun 2014/2015 yang katanya telah selesai, Rabu (4/9) mendapat tanggapan dari akademisi.

Basiludin mengatakan, setelah mempelajari dokumen teknisnya dan berkoordinasi dengan PPK dan direksi teknis lapangan, pekerjaan tersebut telah selesai dikerjakan sesuai dengan item maupun volume yang tertuang dalam kontrak.

Basiludin juga menyebut pekerjaan irigasi tersebut juga sudah diaudit oleh Badan Pemeriksa Keuangan (BPK) Perwakilan Maluku utara dan tidak ada masalah.

“Jadi kami dari Dinas PU dalam menanggapi polemik yang beredar hanya ingin menegaskan bahwa pekerjaan irigasi Modapuhi tahun 2014/2015 telah selesai dikerjakan sesuai kontrak yang ada , kemudian pekerjaan tersebut telah diaudit oleh Badan Pemeriksa Keuangan (BPK)”, tulis Basiludin.

Link Banner

Pernyataan Basiludin tersebut mendapat sorotan dari Kordinator Gerakan Indonesia Baru (GIB)Kep Sula, Sahrul Takim.

Baca Juga  Tiga Nelayan Banda Ditemukan Dalam Keadaan Selamat
Kondisi Bangunan Irigasi Trans Modapuhi

Akademisi STAI Babussalam Sula ini mengatatakan, berdasarkan hasil identifikasi di lokasi, pembangunan irigasi pada trans Modapuhi tidak sesuai harapan, karena sawah yang sering dipublikasikan oleh Dinas Pertanian justru sawah yang tidak terairi oleh pembangunan irigasi.

“Bahkan keluhan masyarakat lebih beragam lagi, mulai dari tidak ada perhatian dalam pemberian bantuan, tidak menyediakan fasilitas untuk memberantasi hama pada tanaman padi hingga tidak ada sistem produksi dan penyediaan pasar untuk hasil panen”, papar Sahrul.

Mantan Ketua Umum Himpunan Mahasiswa Islam (HMI) Cabang Sanana ini menyimpulkan bahwa pembangunan irigasi di Trans Modapuhi hanya mengejar proyek dan tidak menjawab kebutuhan masyarakat.

“Saya minta kepada dinas terkait agar turun ke lokasi, jangan cuma mengambil foto sawah yang agak baik, tapi lihat juga padi yang terkenal penyakit dan problem petani lainnya”, pinta Sahrul

Baca Juga  Kapolres Kepulauan Sula Ucapkan Selamat Milad Ke 56 IMM

“Jika modelnya seperti ini maka upaya untuk menjadikan Kabupaten Kepulauan Sula sebagai kabupaten swasembada beras hanya tinggal cerita,” pungkasnya. (if/raka)