Soal Tudingan Pemukulan, Boss Pacific Dok Maluku Tawiri Akan Tempuh Jalur Hukum

oleh -667 views
Link Banner

Porostimur.com | Ambon: Boss Pacific Dok Maluku Tawiri, Alfred Betaubun (AB) melalui kuasa hukumnya, Firel E. Sahetapy, SH, MH, akan melaporkan secara pidana pemilik akun facebook bernama Eli Paklioy Tuamain, dengan kualifikasi dengan sengaja dan tanpa hak telah membuat hingga rusaknya barang orang lain yang secara nyata- nyata, bahkan didepan matanya sendiri yang berakibat merugikan orang lain tersebut pada persektif hukum pidana dan juga pada perspektif hukum perdata yang berkualifikasi perbuatan melawan hukum yang mendatangkan kerugian (tuntutan ganti rugi).

Hal ini dikatakan Sahetapy melalui keterangan tertulis yang diterima redaksi porostimur.com di Ambon, Senin (23/8/2021).

Menurut Sahetapy, tindakan nakhoda KM Sabuk Nusantara 34 yang tidak mau mengeluarkan kapal dari dermaga dok dengan sikap bersikeras untuk tidak melaksanakan kewajiban dalam kapasitas selaku pemimpin di atas kapal yang bertanggungjawab penuh atas keselamatan kapal sebagai tanggung jawab utama, berdampak pada kerusakan slipway.

“Sikap nakhoda itu berdampak negatif sebagai akibat ari penolakan nakhoda terhadap permitaan klien kami, terjadilah kerusakan lanjut pada Slipway (Balok Beton Dudukan Rell yang berada Di dalam Laut),” ujarnya.

Sahetapy menerangkan kronologi kejadian bahwa, KM. Sabuk-34 telah turun dok pada hari Rabu, 18 Agustus 2021, namun nakhoda meminta izin sandar sementara di dermaga PT. Pasifik Dok Maluku dalam rangka pengisian air tawar pada Kamis 19 Agustus 2021.

Baca Juga  Paskibraka Kabupaten Halbar Sukses Kibarkan Sang Merah Putih

“Selesai pengisian air tawar, nakhoda diminta untuk keluarkan kapal, dengan pertimbangan rasional tentang terkait cuaca dalam rangka keselamatan kapal maupun rel ( slipway), akan tetapi permintaan untuk segera keluarkan kapal sama sekali tidak diindahkan, bahkan sedikitpun tidak digubris oleh nakhoda sebagai penanggungjawab penuh atas kapal dan ABK serta hal-hal lain yg berpotensi terjadi,” bebernya.

Firel bilang, pada hari Jumat, 20 Agustus 2021, nakhoda dimintakan kembali untuk segera mengeluarkan kapal, permintaan yang kedua ini pun tidak sedikit pun dianggap oleh nahkoda.

“Nakhoda mengajukan alasan baru, bahwa kapal mengalami gangguan mesin yang butuh waktu perbaikan dan keberadaan kapal tetap di tempat sampai hari Sabtu, 21 Agustus 2021,” tukasnya.

Baca Juga  Jaga Kamtibmas, Gegana Maluku Patroli Harkamtibmas di Kota Ambon

Sahetapy menambahkan, pada hari Sabtu 21 Agustus 2021, sekitar puku 13.30 WIT, KKM mengabari pihak PT. Pasifik Dok Maluku, bahwa Mesin Induk Kiri sudah selesai diperbaiki dan pada 17.00 WIT, kapal keluar untuk berlabuh di depan PT. Pasifik Dok Maluku.

Namun pada pukul 17.00 WIT, tidak ada reaksi apapun dan kapal tetap pada tempatnya, hingga pukul 18.00 WIT, ombak makin kencang dan besar yang membuat Bottom (dasar Kapal) menghantam Balok Slipway sampai membentur Rell Slipway Kapal.

“Pada pukul 18.30 WIT, klien kami bapak Alfred Betaubun, selaku yang bertanggung jawab penuh atas PT. Pasifik Dok Maluku mau segala sesuatu yang ada dalam areal dok tersebut, memeriksa kondisi kapal dan menemukan dasar – tepi kapal sisi kiri bagian haluan, tengah dan buritan secara bergantian dan terus menerus manghantam lalu balok slipway akibat gelombang surut,” ungkap Sahetapy.

Baca Juga  Super Blood Moon, BMKG Minta Warga Maluku Waspadai Banjir Rob

“Dalam pada itu klien kami memerintahkan karyawannya untuk segera dengan cepat memanggil nahkoda ke darat agar dengan mata kepalanya dapat secara langsung melihat kondisi kapalnya yang mulai kandas,” imbuhnya.

Namun menurutnya, nahkoda baru datang ke darat (slipway) sekitar pukul 19:45 WIT dan menyaksikan secara langsung kondisi kapal, slipway dan gelombang air surut.

“Saat berhadapan dengan nakhoda, klien kami bermohon agar nahkoda segera keluarkan kapal dari dermaga, dengan maksud untuk menghentikan kerusakan lanjut akibat benturan kapan dengan balok slipway yang akan merusak secara timbal balik.

“Maksud dan kehendak baik klien kami ditolak mentah-mentah oleh nakhoda. Dia beralasan kedua mesin induk rusak, alasan ini tentunya sangat tidak berdasar, karena bertolak belakang dengan kabar/ informasi KKM kepada klien kami yakni, pihak PT. Pasifik Dok Maluku,” pungkasnya. (keket)