Soal Penetapan Negeri Adat di SBB, Ini Kata Hatta Hehanussa

oleh -33 views
Link Banner

Porostimur.com | Ambon: Wakil Ketua Fraksi Gerindra, DPRD Maluku, M. Hatta Hehanussa angkat suara mengenai permasalahan penetapan negeri adat yang ada di Seram Bagian Barat (SBB).

Hehanussa mengatakan bahwa dia mendukung diskusi dan komunikasi dengan aktifis mahasiswa dan masyarakat SBB terkait persoalan tersebut.

“Jadi prinsipnya, apa yang disampaikan masyarakat dan teman-teman aktivis mahasiswa dalam rangka melihat berbagai persoalan, maupun mengawal berbagai kebijakan pemerintah yang ada di Kabupaten SBB, tentunya katong harus mendukung dan katong harus lakukan diskusi dan komunikasi kepada mereka terhadap poin-poin tuntutan mereka
supaya nanti memang inikan pembahasannya ada di DPR kabupaten tentunya,” ujar Hatta, Senin (30/11/2020) di gedung DPRD Maluku.

Baca Juga  DP3AMD Kota Ambon gelar uji publik Ranperda KLA

“Tetapi mungkin kita akan melakukan komunikasi dengan ruang yang ada pada kita. Mungkin saya dari Fraksi Gerindra akan berkomunikasi dengan Fraksi Gerindra yang ada di sana menyangkut tuntutan dari teman-teman ini supaya diharapkan untuk segera dikawal, lalu juga segera disampaikan poin-poin terpenting untuk segera dilakukan, apa lagi ini menyangkut Perda Adat,” imbuhhya.

Hatta bilang dari pantauan dalam beberapa hari terakhir sudah terlihat ada nya perkembangan. “Perda kan sudah ada pembahasan kemungkinan besar dalan tahap uji publik mungkin, tapi perkembangannya memang saya tidak tahu karna itu ada di kabupaten,” katanya.

Namun demikian, menurut Hatta, selama masih berpegang pada aturan dan norma yang berlaku silahkan menyampaikan aspirasi mereka, “Saya menghargai mereka tapi ini benar-benar ranahnya ada di kabupaten,” tukasnya.

Baca Juga  Pemkab buru Bagi-bagi Nasi Kotak untuk Berbuka Puasa

Hatta menambahkan bahwa persoalan yang terjadi ialah penetapan negeri-negeri adat dengan persyaratan-persyaratan. “Karena persyaratan negeri adat ini kan ada beberapa poin nah mungkin ini yang belum terpenuhi di sana,” pungkasnya. (valen)