Songsong hari perempuan internasional, KPPI Maluku gelar Malam Ekspresi

oleh -44 views
Link Banner

@Porostimur.com | Ambon :Menghadapi tahun politik 2018 ini, Kaukus Perempuan Politik Indonesia (KPPI) Provinsi Maluku menggelar serentetan acara, di antaranya Malam Ekspresi Kaukus Perempuan Maluku, sebagai bagian dari rentetan kegiatan dengan Woman Mars.

Dimana kegiatan dimaksud sengaja digelar untuk menyongsong peringatan Hari Perempuan Internasional yang digelar di seluruh penjuru dunia Kamis (8/3) kemarin.

Ha ini ditegaskan ketua DPD KPPI Provinsi Maluku, sekaligus mantan Wakil Walikota Ambon 2006/2011, Olivia Latuconsina, saat memberikan sambutan pada acara Malam Ekspresi KPPI, di Lapangan Merdeka Ambon, Senin (12/3).

Menurutnya, pihaknya juga melakukan kegiatan dialog dengan perempuan yang berlatar belakang partai politik maupun dari berbagai kelompok perempuan pemerhati masalah politik.

”Jadi akan ada tantangan dan peluang terhadap tahun politik, khususnya untuk kaum perempuan. Diketahui bahwa perempuan dengan politik itu masih sangat minim, bagaimana partisipasi masyarakat untuk menyikapi hal tersebut. Orang masih menganggap bahwa politik itu bukan dunianya perempuan, dan dari sinilah waktunya kita untuk mensosialisasikan lagi kepada masyarakat. Politik bukan merupakan hal yang gagu bagi perempuan,” ujarnya.

Baca Juga  Kucurkan Rp11,1 Triliun Pemerintah Cairkan Gaji Ke-13

Sebagai bagian dalam politik, tegasnya, maka perempuan pun harus bisa mengambil kebijakan, melakukan berbagai kebijaksanaan, ikut bersama pemerintah, maupun bagaimana membuat program lebih ramah perempuan, baik dalam hal pendidikan, kesehatan, sosial dan ekonomi.

”Perempuan merupakan bagian dari pembangunan, walaupun disadari bahwa perempuan masih dijadikan korban, objek bukan sebagai subjek penentu pembangunan dan ini harus dirubah secara perlahan,” jelasnya.

Idealisme masyarakat tentang ”patri ahak” yang lebih mendewakan laki-laki, khususnya dalam bidang politik, sudah harus dihilangkan.

Apalagi, akunya, politik bukan lagi merupakan hal yang tabu untuk perempuan, atau pun hanya menjadi milik laki-laki semata, tetapi milik siapa saja.

”Politik juga merupakan pintu masuk untuk melakukan perbaikan terhadap kualitas perempuan di negeri ini,” tegasnya.

Baca Juga  Bawaslu Maluku Utara Sebut Tahapan Pilkada di Delapan Daerah Terancam Ditunda

Melalui kegiatan ini, harapnya, menjadi pijakan dan pendidikan politik terhadap masyarakat maupun bagi perempuan, sehingga menyadari bahwa politik dibutuhkan perempuan maupun laki-laki dan untuk siapa saja. (keket)