Sosialisasi bahaya B3, Polda terima 6,6 kg mercuri

oleh -122 views
Link Banner

@Porostimur.com | Ambon : Sadar akan bahaya yang akan ditimbulkan oleh mercury dalam proses pengolahan emas, masyarakat di Desa Debowae, Kecamatan Waelata dan Gegoria, Kecamatan Waeapo, Kabupaten Buru, menyerahkan bahan kimia mercury seberat 6,6 kg kepada Polda Maluku, Senin (14/1).

Hal ini dibenarkan Ketua Tim Asistensi Gunung Botak sekaligus Kepala Biro Operasional (Karo.Ops) Polda Maluku, Kombes (Pol) Gatot Mangkurat, saat berhasil dikonfirmasi wartawan, Selasa (15/1).

Menurutnya, bahan beracun dan berbahaya (B3) ini diserahkan warga secara sukarela kepada Wakil Kepala Polres (Wakapolres) Pulau Buru, Kompol Bachri Hehanussa, disaksikan Kasat Brimob Polda Maluku serta dirinya.

”Penyerahan mercury berlangsung dari kemarin (Senin-Red). Kemarin masyarakat Desa Debowae serahkan sebanyak kurang lebih 4 Kg,” ujarnya.

Menindaklanjuti penyerahan mercuri dimaksud, akunya, pihaknya kemudian memberikan sosialiasi kepada warga setempat tentang bahaya penggunaan mercuri terhadap lingkungan.

Baca Juga  Lengkap, P-21 kasus dugaan korupsi Bank Maluku cabang Dobo

”Kami meminta warga agar dapat menyerahkan mercury atau sianida dan lainnya untuk diserahkan secara sukarela, sebelum dilakukannya penindakan,” jelasnya.

Sosialisasi serupa, akunya, juga dilakukan pihaknya kepada warga di Desa Desa Gogrea.

Dimana, sosialisasi ini membuahkan hasil berupa penyerahan sejumlah mercuri.

”Tatap muka dengan masyarakat waris Gunung Gogrea telah menyadarkan mereka. Sehingga sejumlah warga menyerahkan mercuri sebesar 2,6 kg,” tegasnya.

Selain sosialisasi, terangnya, pihaknya juga melakukan penertiban di Gunung Gogrea yang merupakan salah satu kawasan pertambangan emas di Kabupaten Buru.

Dimana, penertiban dimaksud juga melibatkan unsur TNI dan Satpol Pp Kabupaten Buru.

”Dalam kegiatan yang kami lakukan selama dua hari hingga saat ini, total mercury yang diserahkan masyarakat secara sadar seberat 6,6 Kg,” timpalnya.

Baca Juga  MK Tolak Permohonan Pemohon, AMR Lanjutkan Dua Periode

Selain sosialisasi ini, tambahnya, pihaknya juga mengeluarkan himbauan kepada masyarakat untuk saling mengingatkan dan menjaga lingkungan tempat tinggal dari kerusakan lingkungan, akibat peredaran dan penggunaan B3 secara ilegal.

”Kami minta masyarakat agar dapat menyerahkan bahan berbahaya seperti mercury, sianida dan lain sebagainya kepada aparat keamanan. Ini kami lakukan untuk kepentingan keselamatan banyak orang. Jangan sampai kami temukan, maka akan kami tindak secara tegas,” pungkasnya. (keket)