Sosialisasi imunisasi MR, Dinkes gandeng Yayasan Pelangi Maluku

oleh -248 views
Link Banner

@Porostimur.com | Ambon : Guna mensosialisasikan kampanye imunisasi Measles Rubella (MR), Dinas Kesehatan (Dinkes) Provinsi Maluku menggandeng Yayasan Pelangi Maluku bekerja sama.

Sosialisasi dimaksud digelar di Lantai 6 Kantor Gubernur Maluku, Selasa (6/2).

Sambutan Gubernur Maluku yang dibacakan Assiten II bidang Kesejahteraan Sosial dan Administrasi Sekretariat Provinsi (Setprov) Maluku, Maritje Lopulalan, menegaskan bahwa kegiatan sosialisasi ini merupakan upaya membangun komunikasi untuk pencegahan dan penyelesaian masalah penyakit campak.

”Dengan fokus utama yakni pencegahan melalui sosialisasi kampanye imunisasi campak dan rubella melalui lintas program, lintas sektor dan para tokoh agama,” ujarnya.

Diakuinya, pertumbuhan dan kesuburan berbagai macam penyakit akhir-akhir ini, khususnya di dalam kalangan masyarakat kita, hampir tidak bisa dihindari.

Baca Juga  HMI Sumut Pasang Spanduk 'Siap Kawal Kedatangan Habib Rizieq'

Apalagi, jelasnya, banyak faktor mendukung hal tersebut seperti perilaku hidup yang kurang sehat, sampai pada makanan dan minuman yang hampir kebanyakan instan.

”Suatu hal yang kiranya perlu untuk kita lawan bersama, sebab bukan tidak mungkin akan berkembang menjadi penyakit sosial yang bisa merusak semua tatanan kehidupan bersama, yang berdampak pada pengabdian kita sebagai pelayan masyarakat,” jelasnya.

Dengan memperhatikan hal dimaksud, tegasnya, sama pentingnya dengan komitmen kita menjaga dan memperhatikan kesehatan dari serangan berbagai penyakit, termasuk penyakit campak dan rubella.

Menurutnya, campak merupakan penyakit yang sangat mudah menular yang disebabkan oleh virus dan disalurkan melalui batuk dan bersin.

Dimana, penyakit campak bergejala demam tinggi, bercak kemerahan pada kulit disertai batuk dan pilek.

Baca Juga  Kanwil Kemenag Malut Gelar Kegiatan Deteksi Dini dan Identifikasi Paham Keagamaan di Halbar

Diakuinya, sesuai data Yayasan Pelangi Maluku, pada tahun 2000, lebih dari 562.000 anak meninggal di seluruh dunia, karena komplikasi penyakit campak.

Karena itu, tegasnya, dengan pemberian imunisasi campak dan berbagai upaya yang telah dilakukan, maka pada tahun 2014 kematian akibat campak di Indonesia menurun menjadi 115.000 orang/tahun, dengan perkiraan kematian 314 anak/hari atau 13 angka kematian/jam.

”Penyakit ini sangat berpotensi menjadi wabah apabila cakupan imunisasi rendah dan kekebalan kelompok/herd immunity tidak terbentuk. Ketika seseorang terkena campak, 90 persen orang yang berinteraksi erat dengan penderita dapat tertular, jika mereka belum kebal terhadap campak,” pungkasnya. (katherin)