Sosialisasi Peraturan Kepenghuluan, Kakanwil Sampaikan Renstra, Radikalisme dan Moderasi Beragama

oleh -32 views
Link Banner

Porostimur.com | Ternate: Rendahnya pemahaman, penghayatan dan pengamalan ajaran agama, memicu lahirnya perilaku penyimpangan sosial, seperti korupsi, kolusi, hedonesme, permisifme, premanisme, narkoba, miras, pemerkosaan, pencurian dan perilaku penyimpangan lainnya lainnya.

Demikian disampaikan Kepala Kantor Wilayah Kementerian Agama Provinsi Maluku Utara, H. Sarbin Sehe saat memberikan materi pada Pembinaan Penghulu melalui Sosialisasi Peraturan Kepenghuluan yang diselenggarakan oleh Bidang Bimbingan Masyarakat Islam, Kanwil Kementerian Agama Provinsi Maluku Utara pada Hari Kamis (03/09/20) di Asrama Transit Haji Ternate.

Pada kesempatan tersebut, H. Sarbin membawakan materi dengan judul “Kebijakan Strategi, Tantangan Radikalisme , Moderasi Beragama Dalam Prospek Tugas Kepenghuluan”, yang berisikan diantaranya. Rencana Strategis Kementerian Agama 2020-2024, Upaya Deradikalisme serta Moderasi Beragama Dalam Keberagaman.

Kakanwil melanjutkan, meningkatnaya kelompok radikalisme, liberalisme dan terorisme mengatasnamakan agama, banyak gesekan yang muncul di antara kelompok radikal, teroris dan liberal, yang berdampak pada melemahnya tata sosial kemasyarakatan, berpotensi memunculkan gesekan yang lebih luas di antara masyarakat

Link Banner

Begitu juga di tengah fenomena dekadensi dan degradasi moral, seperti kasus narkoba, aborsi, penyimpangan seksual (homo seksual, lesbi, heterosexsual dan paedophilia, free-sex), terus terjadi dan menjadi santapan setiap saat baik secara langsung maupun melalui media televisi yang diberitakan.

Baca Juga  Hadapi UN, SMPN 19 Ambon gelar bimbel sejak November 2017

Menurut Kakanwil disinilah dibutuhkan eksistensi muapun peran Penghulu atau Penyuluh Agama untuk selalu memberikan penyuluhan dan pembinaan kepada masyarakat dalam upaya peningkatan ketaatan beragama, sikap dan perilaku sosial yang sejalan dengan nilai-nilai luhur yang terkandung di dalam ajaran agama, menumbuhkembangkan wawasan keagamaan yang lapang dan toleran selaras dengan wawasan kebangsaan dan kebhinnekaan serta memanfaatkan peran media massa dan teknologi informasi berbasis internet sebagai wahana internalisasi nilai-nilai agama.

H. Sarbin juga mengupas tentang keragaman, dimana menurut Kakanwil hal tersebut merupakan sebuah realitas yang tidak dapat dipungkiri, khususnya di Indonesia yang memiliki ragam budaya dan adat istiadat serta enam agama resmi yang diakui oleh Pemerintah. Keragaman memang mempunyai potensi sumber konflik dan perpecahan di masyarakat, akan tetapi jika dimanej atau diatur dengan baik, keragaman dapat menjadi potensi pemersatu bahkan memperkuat sebuah bangsa.

Menurut Kakanwil kunci memenej perbedaan adalah toleransi dan sikap saling menghormati yang diwujudkan dalam moderasi beragama.

Baca Juga  Adanya Kemungkinan Pemakzulan Presiden

Menurutnya pula Agama tidak perlu di moderasi karena agama itu sendiri telah mengajarkan prinsip moderasi. Keadilan dan keseimbangan, jadi bukan agama yang harus di moderasi melainkan cara penganut agama dalam menjalankan agamanya itulah yang harus di moderasi , tidak ada agama yang mengajarkan ekstremitas tapi tidak sedikit orang yang menjalankan ajaran agama berubah menjadi ekstrem.

Di akhir materi Kakanwil berharap, dengan kegiatan yang dilaksanakan, akan merubah perilaku kerja ASN khususnya Penghulu yang lebih berintegritas, profesional, penuh inovasi, tanggung jawab dan mampu memberikan keteladan pada lingkungan sekitar serta menghindari perilaku-perilaku salah dalam melaksanakan tugas.

Adapun perilaku salah tersebut dapat diuraikan antara lain; Suka mengeluh, banyak menuntut, egois; Bekerja seenaknya, kepedulian kurang; Kerja tidak sesuai tanggungjawab, sering menunda, manipulatif; Malas, disiplin buruk, stamina kerja rendah; Pengabdian minim, sense of belonging tipis, gairah kerja kurang ; Terjebak rutinitas, menolak perubahan, kurang kreatif; Bekerja asal-asalan, cepat merasa puas; serta Jiwa melayani rendah, merasa hebat, arogan. (red/al/inmas)