Sosialisasi Perlu Agar Masyarakat Maluku Tidak Takut Dengan Vaksinasi Covid-19

oleh -42 views
Link Banner

Porostimur.com | Ambon: Kabarnya, vaksinasi Covid-19 gratis ini akan diselenggarakan tanggal 14 Januari 2021. Namun sayangnya mendengar akan adanya vaksinasi Covid-19 gratis, banyak masyarakat Maluku yang menjadi takut dengan vaksinasi dikarenakan rumor yang tak baik tentang vaksin tersebut.

Ada beberapa warga kota Ambon yang menanggapi vaksinasi Covid-19 antara lain Elsye, Ester dan Rein .

Elsye berkata kalau dia takut divaksinasi, alasannya karena terlalu banyak video yang menunjukan kegagalan dari vaksin tersebut di media sosial.

“Ao katong taku!, banyak video yang katong lia tu vaksin bikin orang lumpuh, kaget bagini katong seng sembuh tapi tambah sakit,” ungkapnya.

Selain itu Elsye berkata, jika ada sosialisasi pasti masyarakat akan paham. “Kalau pemerintah sosialisasi dengan masyarakat pasti masyarakat paham, deng seng menimbulkan rasa takut. Tapi kalo tiba-tiba vaksin lalu seng ada sosialisasi yah katong sebagai manusia biasa juga takut e, jang sampe apa yang ada di video-video itu batul,” tandasnya.

Baca Juga  Polres Kepulauan Sula Amankan 4 Karton Berisi 96 Botol Cap Tikus di Wai Faara

Selain Elsye seorang warga yang biasa dipanggil Ester pun merasakan hal yang sama. “Kalu par beta, beta juga taku, karena belum ada penjelasan apa-apa secara langsung par katong masyarakat di Kota Ambon, pemerintah harus kasih penjelasan par katong supaya katong bisa percaya deng katong seng taku vaksin,” katanya.

Sedangkan Rein meminta agar yang duluan vaksin ialah pimpinan daerah dan pejabat lainnya dan itu harus disaksikan langsung oleh masyarakat.

“Beta ni setuju saja kalau memang untuk kebaikan, tapi lebih bagus kalau pimpinan-pimpinan daerah tu dong yang duluan baru katong masyarakat dan harus katong saksikan secara langsung tidak boleh tertutup dari masyarakat supaya katong jua percaya, kalau pemerintah seng apa-apa berarti katong juga seng apa-apa,” tegasnya.

Baca Juga  Cegah Dominasi Tiongkok, Jepang Mainkan Diplomasi Senjata di Asia Tenggara

Kendati demikian, pemerintah menyebutkan bahwa bagi para penolak vaksinasi Covid-19 akan dikenai denda sebesar Rp 5 juta. (valen)