Sosialisasi program priotas ibu Negara, libatkan semua elemen masyarakat

oleh -46 views
Link Banner

@Porostimur.com | Ambon : Sasaran dilakukannya sosialisasi program prioritas Ny Iriana Joko Widodo, agar seluruh lapisan masyarakat di Indonesia paham akan bahaya maupun menangani dan memberantas narkoba, pornografi dan kekerasan terhadap perempuan dan anak.

Termasuk di antaranya, jajaran Persit Chandra Kartika Kirana (Persatuan Istri TNI AD), jajaran Bhayangkari (Persatuan Istri Polri), jajaran Jalasenarsih (Persatuan Istri TNI AL), jajaran Pia Ardhyah Garini (Persatuan Istri TNI AU), maupunj jajaran ibu-ibu Bhayangkara.

Hal ini ditegaskan Ketua Umum Persit Kodam XVI/Pattimura, Ngesti Sulastri Pranoto, di sela-sela sosialisasi program prioritas, di Ambon, Rabu (21/3).

”Kita harus mengetahui secara detail bahaya narkoba, yang sekarang marak dan sudah masuk di wilayah Indonesia supaya kami dari wanita TNI-Polisi, semua warga di Ambon khususnya Maluku dan Maluku Utara, tahu bahaya narkoba dan hukuman memakai narkoba itu apa. Program ini sudah dicanangkan oleh Ibu Negara kita, Ibu Jokowi dan istri para menteri, terus kita ikuti,” ujarnya.

Link Banner

Menurutnya, sosialisasi bahaya narkoba bukan hanya difokuskan kepada istri dari para anggota TNI-Polri semata, namun juga turut melibatkan kalangan siswa SMP dan SMA di Maluku dan Maluku Utara.

Baca Juga  Tahun Depan 1.000 ASN Kerja dari Rumah Saja, Tak Perlu ke Kantor

Dimana, keterlibatan berbagai stake hiolder dimaksudkan untuk bisa melakukan pendeteksian dan penanganan penyalahgunaan narkoba sejak dini, maupun penanganan pornografi serta kekerasan terhadap perempuan dan anak.

”Kalau untuk kekerasaan dan anak memang dikhususkan kepada ibu-ibu semuanya dan bapak bapak yang hadir disini supaya jangan sampai lakukan hal tersebut dan jangan sampai menjadi korban,” tegasnya.

Diharapkannya, sosialisasi yang digear bersama ini dapat memberikan pengetahuan kepada para peserta yang mengikuti sosialisasi agar lebih berperan aktif dalam mensosialisasikan bahaya narkoba baik didalam keluarga maupun kepada masyarakat sekitar.

Begitupun bahaya laten yang ditimbulkan kecanduan pornografi, serta menurunkan tingkat kekerasan terhadap perempuan dan anak.

”Semua peserta yang mengikuti harus bebas narkoba dan dapat berperan aktif mensosialisasikan kepada warga tentang bahaya menggunakan narkoba,” pungkasnya. (keket)