Sosiolog Dari Australia Kritik Pembubaran FPI

oleh -39 views
Link Banner

Porostimur.com | Sidney: Pembubaran Front Pembela Islam (FPI) yang dilakukan oleh pemerintah lewat Surat Keputusan Bersama (SKB) 6 menteri dan ataau kepala lembaga masih menuai kritik.

Kali ini, yang menyampaikan kritik ialah Guru Besar Sosiologi dari The Australian National University, Ariel Heryanto.

Dalam akun Twitternya, @ariel_heryanto, dia mencoba menyajikan realitas yang ada sekarang ini, terkait pembubaran organisasi masyarakat (ormas), dengan hal serupa yang terjadi pada era orde baru (orba).

“Orde Baru menutup penerbitan pers tanpa proses pengadilan. Kini Orde Baik bisa membubarkan ormas mana pun tanpa proses pengadilan,” cuit Ariel dikutip Porostimur.com, Sabtu (2/1/2021).

Dia menekankan, perihal pembubaran ormas yang kini tengah dipersoalkan banyak pihak tidak bisa dilihat dari subyek.

Baca Juga  Sempat Tertinggal, Belanda Bangkit untuk Kalahkan Irlandia Utara

Dalam arti, suatu perkumpulan dibubarkan hanya karena terlihat buruk. Tapi tetap harus melalui proses hukum yang telah disepakati di dalam Undang-undang.

“Ini bukan soal apakah korbannya itu bajingan atau pahlawan. Soalnya apakah hukum dan peradilan yang mandiri, berimbang dan terbuka masih dihormati?,” cuitanya. 

Ariel juga menyoroti situasi demokrasi di Indonesia yang menurutnya sudah berada dalam otoritarianisme, namun banyak orang justru tidak sadah dan malah mempertanyakannya.

(red)