Sri Mulyani buka panel konferensi Musik Indinesia hari pertama

oleh -36 views
Link Banner

@Porostimur.com | Ambon : Selain menetaskan 12 rencana aksi, selang 3 hari pelaksanaan Konferensi Musik Indonesia 7-9 Maret 2018 kemarin, juyga meninggalkan beberapa catatan manis.

Di antaranya, kehadiran Menteri Keuangan RI, Sri Mulyani, sebagai keynote speech yang menyatakan bahwa pemerintah akan mendukung secara penuh dan terbuka untuk diskusi dengan dunia musik demi memajukan ekosistem musik Indonesia.

Rilis berita yang diterima wartawan dari tim publikasi KAMI, Ame Hutami, menyebutkan bahwa Konferensi Musik Indonesia (KAMI) 2018 merupakan rangkaiankegiatan konferensi, diskusi, dan festival yang melibatkan pelaku industri musik di Tanah Air dengan pemerintah.

Kegiatan ini pertama kali dilaksanakan di Indonesia, dan Kota Ambon dipilih sebagai lokasi pelaksanaannya.

Sementara untuk lokasi peneyelngaraan dipilih 3 lokasi berbeda yakni Taman Budaya, Tirta Kencana dan D’ Lekker.

Baca Juga  Bu Susi: Masa Gubernur Mau Perang Sama Menteri

Dimana, untuk hari pertama pembukaan, seluruh delegasi bersama-sama menyanyikan lagu kebangsaan Indonesia Raya – 3 Stanza dengan penuh hikmat.

Disebutkan, panel konferensi pertama dengan topik ”Memajukan Musik Sebagai Kekuatan Ekonomi Indonesia di Masa Depan” dengan melibatkan Sri Mulyani di dalamnya, menghasilkan beberapa poin yang diantaranya menyatakan bahwa pelaku industri musik pun harus ikut mawas mengenai pentingnya mendaftarkan hasil karya dan perlu segera mewujudkan akses dan transparansi terhadap berbagai bentuk pemanfaatan karya-karya musisi.

Sedangkan pada panel kedua yang mengusung tajuk ”Tata Kelola Industri Musik di Era Digital”, menghasilkan kesepkatan bahwa perlu dibangun mekanisme pendataan terpadu di bidang musik sebagai landasan pengelolaan dan penegakan sistem bagi-hasil yang adil dalam ekosistem musik Indonesia.

Sesi diskusi panel kedua juga semakin menarik dengan kehadiran narasumber berskala nasional di antaranya Kepala Badan Ekonomi Kreatif Indonesia (Bekraf), Triawan Munaf, Deputi V Bekraf, Ari Juliano Gema, Anggota Komisi X DPR RI, Anang Hermansyah, serta narasumber dari delegasi musisi lainnya.

Baca Juga  Kecelakaan Lalulintas Mobil vs Sepeda Motor, 2 Orang Warga Tanjung Merah Meninggal Dunia

Sebelumnya, Konferensi hari kedua dibuka oleh Menteri Komunikasi (Menkominfo) RI, Rudiantara, dengan menegaskan dukungannya terhadap ekosistem musik melalui infrastruktur internet yang akan dipersiapkan untuk memudahkan musisi berproduksi, berkolaborasi dan mendistribusikan karya mereka dari seluruh wilayah di tanah air.

Sesudahnya, perwakilan Menteri Kehutanan dan Lingkungan Hidup Ri, yakni Direktur Jenderal Penegakan Hukum Lingkungan dan Kehutanan, Rasio Ridho Sani, yang menjelaskan bahwa keberlangsungan musik Indonesia juga bergantung pada ekosistem lingkungan.

Dimana, menurutnya ekosistem lingkungan yang sehat merupakan sumber instrumen terbaik dan inspirasi bagi terciptanya karya-karya kreatif musisi Indonesia.

Dalam sesi panel bertajuk ”Musik dalam Pemajuan Kebudayaan” merangkumkan hasil bahwa sistem pendataan terpadu mengenai objek pemajuan kebudayaan merupakan mandat dari Undang-undang Nomor 5 Tahun 2017, dimana musik termasuk di dalamnya.

Baca Juga  Barisan AHM dukung langkah Bawaslu Malut

Seperti yang ditegaskan Direktur Jenderal Kebudayaan Kementerian Pendidikan dan Kebudayaan Indonesia, Hilmar Farid.

”Sekarang saatnya industri musik mengorganisir diri. KAMI 2018 harus menghasilkan rencana aksi yang dapat menjadi rekomendasi bagi program kerja pemerintah”, ujarnya.

Selain itu, pada pane bertajuk ”Musik, Diplomasi Budaya, dan Pariwisata” merangkumkan hasil bahwa potensi musik sebagai ujung tombak diplomasi budaya harus lebih digali untuk mengangkat harkat martabat dan citra bangsa di mata dunia. (keket)