Stok Buku Nikah di Kota Ambon Sisa 1750 Buah

oleh -161 views
Link Banner

@porostikur.com | Ambon: Stok buku nikah di Kantor Kementerian Agama Kota Ambon hari ini sebanyak 1750 buah. Jumlah itu, merupakan persiapan sampai pada bulan Juni 2020 kedepan.

Hal itu disampaikan Husen Sahiri, Kepala Seksi Bimas Islam kepada awak Porostimur.com, Kamis (25/19) di ruang kerjanya.

Husen Sahiri, Kepala Seksi Bimas Islam Kandepag Ambon

Husen Sahiri menjelaskan, Jumlah rata-rata pernikahan pada empat Kantor Urusan Agama (KUA) di kota Ambon yakni, KUA kecamatan Nusa Niwe, KUA Kecamatan Sirimau, KUA Kecamatan Baguala dan KUA Kecamatan Teluk Ambon sebanyak 140 buah buku perbulan. Bila dikali dalam setahun, kata dia, mencapai 1700-an, buku nikah.

Link Banner

“Rata-rata pernikahan di KUA Kota Ambon ini karena jumlahnya berbeda ya ada yang 60 ada yang 20 perbulan. Ada yang 30. Jadi beta bikin rata-rata. Jadi rata-rata itu adalah 140 buku nikah yang keluar perbulan. Jadi kalau di kalikan dengan satu tahun itu pernikahan sekitar 1700-san pertahun, Jadi kalau sekarang ini ada 1750 buku nikah berarti persiapan untuk satu tahun kedepan. Sampe Juni 2020” ungkapnya

Baca Juga  Ibadah syukur iringi hari terakhir UNBK di SMAS Kristen YPKPM Ambon

Lebih lanjut, Husen Sahiri menjelaskan, buku nikah dapat kembali di peroleh dari Kantor Kementerian Agama Wilayah (Kanwil) Provinsi Maluku berdasarkan permintaan dari Kantor Agama kota Ambon, untuk memenuhi permintaan dari KUA Kecamatan dalam melayani pencatatan pada masing-masing wilayah sesuai kebutuhan.

“Jadi kalau untuk buku nikah di kementerian agama kabupaten kota itu kita dapatkan dari kanwil, berdasarkan permintaan dari kita. Untuk memenuhi permintaan dari KUA Kecamatan yang melayani pencatatan pernikahan di Kota Ambon.
Biasanya kan di minta dari KUA sesuai dengan kebutuhan mereka. Lalu kita di sini memberikan untuk di pergunakan di kecamatan masing-masing” jelasnya.

Sebagai Kepala Seksi Bimas Islam, yang membawahi KAU dan bertugas melakukan pembinaan bagi umat Islam di Kota Ambon, Husen berharap kepada warga Muslim untuk melakukan pernikahan secara tercatat di KUA terdekat.

Baca Juga  UNBK tingkat SMA, listrik dan internet 3 daerah terganggu

Husen juga menghimbau kepada warga Muslim yang telah menikah (nikah sirih-red) sedang belum memperoleh surat nikah, agar mengurus surat pengesahan dari Pengadilan Agama. Agar pengesahan dimaksud menjadi dasar Kantor Urusan Agama mengeluarkan buku nikah.

“Tidak ada sanksi bagi yang tidak punya surat nikah. Karena ini bukan pidana. Hanya sesuatu realitas masyarakat. Merupakan perintah agama, akad nikah itu harus di catat. Kalau untuk agama lain, pencatatannya di lakukan oleh catatan sipil” tutupnya. (Dayon)