Suatu Apresiasi Program Bantuan Tunai Dari Kepala Desa Wooi

oleh -0 views

Penulis: Rodi Sipondak, Mahasiswa Pasca Sarjana

Serangan pandemi Covid-19 di indonesia, mengharuskan semua orang melakukan stay at home dan social distancing agar memutuskan rantai penyebaran virus, yang kian hari makin meningkat jumlah yang terpapar.

Covid-19, tidak hanya meluluh lantakkan kondisi kesehatan manusia, namun juga melemahkan ekonomi masyarakat, terutama kelas menengah kebawah karena, hampir sulit melakukan aktivitas mengais rejeki.

Di tengah lemahnya perekonomian masyarakat, pemerintah baik nasional maupun daerah, mengambil langkah strategis, dengan memberikan bantuan sembako, agar beban masyarakat dapat diringankan.

Kebijakan yang dilakukan pemerintah nasional dan daerah di atas, ternyata juga mengispirasi Kepada Desa Wooi, Kab. Halmahera Selatan yang akrab disapa Yoram Rehaji.

Kepala desa ini mencanangkan program bantuan tunai sebesar Rp 500.000 per mahasiswa dari Desa Wooi yang tersebar di berbagai daerah di Indonesia.

Sebagai putra Desa Wooi, sangat mengapresiasi program ini, mengapa demikian.? Karena di tengah kondisi, Anggaran Desa yang sudah dipangkas 50 juta per Desa oleh Pemerintah daerah untuk penanganan covid-19, tidak menyebabkan kepala desa mengurungkan niatnya untuk membantu warganya di berbagai daerah yang tengah menuntut ilmu pengetahuan.

Mungkin saja belum terekspos, tetapi sejauh ini, dari 249 desa yang ada di Kabupaten Halmahera Selatan, baru Kepala Desa Wooi yang berani mengambil langkah bijak, memberikan bantuan tunai kepada mahasiswa.

Jika memang demikian, maka Yoram Rehaji layak dijadikan teladan, dan patut dicontohi oleh kepala desa lain yang ada di Kabupaten Halmahera Selatan.

Satu hal lagi, yang sangat mengesankan, dari kepala desa, Dia tak banyak basa basi, namun lebih banyak kerja, jika itu berhubungan dengan kepentingan warganya.

Melalui tulisan ini, Saya sangat berharap, agar Bupati Halmahera Selatan, mengistrusikan semua kepala desa, mencontohi bapak Yoram Rehaji, dengan memberikan membantu kepada mahasiswa dari desa mereka masing-masing, agar dapat terbantukan ditengah serangan covid-19. (*)