Sudah 13 Hari, Korban Laka Laut Asal Selayar Terkatung-katung di Pulau Wetar

oleh -60 views

Porostimur.com, Tiakur – Perjuangan panjang harus dilalui warga Dusun Latokdok Timur, Desa Kalao Toa, Kecamatan Pasilambena, Kabupaten Kepulauan Selayar Sulawesi Selatan, Musliadi (39 tahun) bersama puteranya, Aditiya (13 tahun) korban laka laut di perairan Pulau Wetar, Desa Ilputih, Kecamatan Wetar, Kabupaten Maluku Barat Daya, Provinsi Maluku yang hancur kapalnya, usai diterjang badai gelombang laut pada hari, Jum’at, (8/12) pekan lalu.

Kapal Laut Motor (KLM) Irsal, hancur berkeping keping dan terhempas hingga ke bibir pantai, saat korban akan bertolak kembali menuju ke Kecamatan Pasilambena mengangkut kerbau dari Pulau Wetar.

Saat akan dioperasikan, mesin kapal, tiba tiba saja mengalami trouble dan mendadak dihantam badai gelombang yang datang bersamaan dengan angin kencang, hingga menyebabkan kapal terbalik dan terlempar sampai ke bibir pantai.

Baca Juga  Maluku Tenggara Strategis dalam Pengembangan Pariwisata 

Musliadi mengaku, mesin diselamatkan dan dievakuasi ke darat, setelah sebelumnya, korban berhasil menyelamatkan diri dari maut yang nyaris merenggut nyawa, anak bapak itu.

“Usai dibongkar, mesin langsung dievakuasi dan diselamatkan menuju rumah kebun milik Udin, warga asal Kalao Toa yang telah tinggal bermukim di sekitar Pulau Wetar,” ujarnya, Kamis (21/12/2023).

No More Posts Available.

No more pages to load.