Sudah 75 Tahun Merdeka, Warga Negeri Bati Baru Pernah Upacara HUT RI

oleh -56 views
Link Banner

Porostimur.com | Ambon: Usia Indonesia sudah 75 tahun pada 17 Agustus 2020, beberapa hari lalu. Dan seperti lazimnya, setiap hari ulang tahun republik ini, selalu diwarnai upacara bendera dan rangkaian peringatan lain yang meriah.

Dari ibukota sampai ke desa, dari kota sampai ke pelosok desa, orang-orang menggelar upacara dan perayaan hari merdeka. Tetapi tidak bagi warga Negeri Bati Kilwou di pedalaman Pulau Seram.

Bagi orang Bati, upacara peringatan HUT RI ke 75, Senin 17 Agustus lalu, adalah upacara peringatan HUT RI yang pertama kali di negeri itu.

Negeri Bati Kilwouw terletak di posisi pegunungan pedalaman Pulau Seram, Kabupaten Seram Bagian Timur (SBT), sehingga seperti negeri diatas awan.

Link Banner

“Di sana hanya ada sekolah afiliasi. Masyarakat berharap ada sekolah tetap agar anak2 negeri bati tidak harus menempuh perjalanan jalan kaki jauh untuk sekolah,” kata Ronald Pical, Koodinator kegiatan Bakti Negeri dari SHARELOK 227 dan Mahasiswa Pecinta Alam Gita Tita Falamury.

Baca Juga  Penyidik Tipikor Polres Kepulauan Sula Periksa Kadis PMD

SHARELOK 227 dan Mahasiswa Pecinta Alam Gita Tita Falamury pada Senin lalu, melaksanakan upacara 17 Agustus di Negeri Bati Kilwou sekaligus membawa bantuan sembako dan pakaian seragam sekolah untuk anak-anak di kampung itu.

“Kita melaksanaan Upacara 17 Agustus sekaligus pembagian bantuan untuk masyarakat Bati dan anak-anak sekolah. Keluhan masyarakat semoga kedepan ada sekolah di kampung Bati mengingat anak-anak untuk bersekolah harus berjalan kaki puluhan kilometer,” Dedi Bilahmar salah satu koodinator kegiatan.

Dedi bercerita, perjalanan ke Bati Kilwou dari Kota Bula mereka tempuh menggunakan bus milik Dinas Perhubungan Kab SBT dengan jarak tempuh kurang lebih 1- 2 jam perjalanan sampai ke Negeri Sesar, Kecamatan Tutuk Tolu

Baca Juga  OPM Serukan Pengibaran Bendera Bintang Kejora pada 1 Desember

Dari Negeri Sesar, perjalanan dilanjutkan dengan berjalan kaki kurang lebih 2 – 3 jam memasuki hutan dan menanjak bukit dengan jarak tempuh 6 km.

Mereka tiba di Negeri Bati menjelang petang. Usai berbanah dan menyiapkan berbagai perlangkapan, tim bersama warga memasang tiang bendera dan memberikan seragam sekolah kepada anak-anak.

Malamnya diadakan pemutaran film layar tancap tentang kemerdekaan bersama anak anak dilanjutkan diskusi bersama beberapa unsur mayarakat dari tiga dusun di negeri itu.

Pagi harinya setelah menggelar Upacara HUT RI ke 75, diadakan permainan dan aneka lomba bersama anak2 negri bati.

Selanjutnya dilakukan kegiatan sekolah alam yang diikuti oleh kurang lebih 20 anak.

“Investasi terbesar adalah pendidikan yang layak dari usia dini, kami hanya bisa membantu sedikit dengan kemampuan kami yang apa adanya. Semoga dikemudian hari ada bantuan yang lebih layak sesuai dengan harapan masyarakat”, tukas Dedi. (red)