Sudah Dua Kali Vaksinasi, Wakil Bupati Nganjuk Positif Covid-19. Ini Penyebabnya

oleh -187 views
Link Banner

Porostimur.com | Nganjuk: Kasus Covid-19 di Indonesia belum menunjukkan tanda-tanda melandai, meski vaksinasi telah dilakukan sejak awal tahun.

Celakanya vaksinasi Covid-19 nyatanya tidak menjamin sesorang terbebas dari serangan virus corona.

Penerapan protokol kesehatan yang ketat harus terus dilakukan untuk menghindari penyebaran Covid-19.

Kabar mengejutkan datang dari Wakil Bupati Nganjuk yang sudah dua kali divaksin, ternyata masih tetap tertular Covid-19.

Kontan saja hal tersbeut menimbulkan pertanyaan. Sudah divaksin kok tetap bisa positif, kok bisa?

Wakil Bupati Nganjuk, Marhaen Djumadi terkonfirmasi positif Covid-19, setelah melakukan swab test di RSUD Nganjuk.

Dari hasil swab test itu, ternyata diketahui positif terpapar virus asal Wuhan itu padahal sebelumnya sudah dua kali mendapat vaksinasi Covid-19.

Marhaen sendiri yang membenarkan bahwa ia terpapar Covid-19, sebagaimana dilansir dari surya, Sabtu (20/2/2021).

“Benar, positif Covid-19 dan saat ini (saya) sudah menjalani isolasi di RSUD Kertosono Nganjuk,” kata Marhaen.

Dijelaskan Marhaen, ia baru merasa tidak enak badan sejak Kamis (18/2/2021).

Selanjutnya melakukan swab test untuk memastikan terkonfirmasi positip Covid-19 atau tidak.

“Ternyata hasilnya positif, ya sudah langsung isolasi ini,” ucap Marhaen.

Sebetulnya, dikatakan Marhaen, ia setiap pekan sudah melakukan tes antigen.

Baca Juga  Gandeng Tsingshan, MDKA Kembangkan Pabrik Mineral di Pulau Wetar

Dan pekan lalu isteri dan anak pertama serta anak ketiganya sudah reaktif.

Hasil tersebut ditindaklanjuti dengan swab tes dengan hasil positif.

Selanjutnya isteri dan dua anaknya langsung menjalani isolasi di RSUD Kertosono Nganjuk.

Tetapi dari tes antigen pekan lalu, Marhaen mengaku hasilnya non-reaktif.

“Dan karena saat ini saya juga positif Covid-19, sehingga bersama isteri dan dua anak menjalani isolasi di RSUD Kertosono,” ujar Marhaen.

Aktivitas Cukup Sibuk

Diakui Marhaen, pekan ini ia cukup sibuk dengan terjadinya musibah tanah longsor di Dusun Selopuro Desa/Kecamatan Ngetos, dan banjir di sejumlah titik wilayah Nganjuk.

Hal itu menuntut ia harus mondar-mandir menangani musibah bencana alam yang terjadi tersebut.

Bahkan, ungkap Marhaen, sejumlah menteri dan para tamu pejabat tinggi Provinsi Jawa Timur juga ditemuinya terkait penanganan bencana alam di Nganjuk.

“Di tengah aktivitas padat tersebut kami belum merasakan apa-apa, dan baru kemarin terasa badan tidak enak yang ternyata kena Covid-19,” terangnya.

Baca Juga  Empati & Kesetiakawanan

Seperti diketahui, Marhaen sebetulnya telah mendapatkan vaksinasi Covid-19 sebanyak dua kali.

Yakni vaksin pertama pada 27 Januari 2021 dan vaksin kedua pada 10 Februari 2021.

Turut mendapatkan vaksin tersebut adalah Bupati Nganjuk, Kapolres Nganjuk, Komandan Kodim 0810 Nganjuk, dan Forpimda Kabupaten Nganjuk serta sejumlah tokoh publik di Nganjuk.

Untuk itu, imbuh Marhaen, pihaknya berharap warga mematuhi dan menjalankan protokol kesehatan dengan baik dan benar.

Ini karena penyebaran Covid-19 masih terus terjadi dan bisa menimpa siapa saja tanpa melihat pejabat atau warga biasa.

“Kami mengajak masyarakat untuk menjalankan prokes dengan benar dan baik,” tutur Marhaen.

Seperti dengan menjalankan 3M yakni memakai masker, mencuci tangan, dan menjaga jarak.

“Dan jangan lupa menjaga imun agar tidak turun dengan pikiran fresh dan makan makanan bergizi,” pungkas Marhaen.

Terjangkit Sebelum Diberi Vaksin

Melansir Kompas.com, Ketua Pokja Perhimpunan Dokter Paru Indonesia (PDPI) Erlina Burhan mengungkap penyebab seseorang bisa tetap terjangkit Covid-19 meski sudah disuntik vaksin.

Baca Juga  Posting Foto Seksi di Facebook, Perempuan Ini Babak Belur Dihajar Pacarnya

Menurut dia, kondisi tersebut bisa terjadi karena orang itu sudah terjangkit Covid-19 sebelum tiba masa pemberian vaksin.

“Sudah divaksin, sudah ada kekebalan, tapi dengan kekebalan yang sedemikian rupa akan tetapi kalau terpapar durasinya cukup lama, frekuensinya cukup sering, maka bisa kena,” kata Erlina dalam konferensi persnya, Sabtu (23/1/2021).

“Sehingga viral load atau jumlah virusnya ini banyak maka kekebalannya yang sudah terbentuk itu tidak terlalu mampu (menangkal Covid-19),” ucap dia.

Erlina mengatakan, memang peluang seseorang terjangkit Covid-19 usai divaksin tetap ada.

Namun peluang itu sangat kecil kemungkinannya untuk terjadi.

Oleh karena itu, Erlina menyarankan agar orang yang sudah mendapatkan vaksin Covid-19 untuk terus menerapkan protokol kesehatan.

“Tapi karena ada unsur kekebalan dan ada perlawanan dalam tubuh juga disitu biasanya kalaupun sakit ringan-ringan saja,” ujar Erlina.

Saat ini, proses vaksinasi sudah mulai dilakukan di seluruh penjuru Tanah Air.

Vaksin akan diprioritaskan untuk tenaga kesehatan sebagai garda terdepan dalam penanganan Covid-19.

(red/surya/kcm)