Sukacita iman di Gereja Hati Kudus Yesus

oleh -183 views
Link Banner

@Porostimur.com | Ambon : Sukacita iman dialami umat Katolik yang menjalani ibadah minggu di gereja Hati Kudus Yesus Batu Gantong Ambon, Minggu (28/10).

Pasalnya, dalam misa ibadah minggu ini, dipimpin langsung Uskup Keuskupan Agung Merauke, Mgr. Nicholas Adi Saputra,MSC.

Bukan saja itu, kontingen Pesparani dari Sulawesi Utara (Sulut) pun turut ambil bagian dalam misa dimaksud dengan melayani nyanyian dan puji-pujian.

Saat melayani misa ibadah minggu ini, Saputra didampingi Pastor Paroki Batu Gantong, Pastor Anthon Kaseger, Pastor Harry Singkoh dan Pastor Hanny Mentang, serta diakon Engga Fernatyanan.

Dalam renungannya, Saputra mengatakan bacaan pertama yang menggerakkan hati diceritakan tentang Tuhan yang telah menyelamatkan umat-Nya.

Baca Juga  Perhimpunan Kanal Ambon dan IRbox Serahkan Bantuan kepada Pengungsi Gempa di Tulehu

Dimana, umat yang diciptakannya turut dibesarkannya layaknya seorang ibu.

”Bartimeus yang buta juga demikian. Ia diberi talenta tertentu termasuk mengetahui yang baik,” ujarnya.

Memiliki kekurangan, akunya, bukan berarti umat harus menjauhi Tuhan, tetapi sebaliknya harus lebih dekat kepadaNya.

Terlebih, sebagai umat yang dipenuhi kekurangan, kita pun tidak boleh merasa minder.

Apalagi, lingkungan dimana umat berada menolak keberadaan sesorang dengan kekurangannya.

”Yesus memanggilnya. Ia pun sembuh,” singkatnya.

Menurutnya, keterbatasan fisik bukanlah sebuah hukuman.

Karena itu, jelasnya, jika ada kekurangan umat dihimbaunya tidak menutup diri.

Termasuk sikap pemalu, yang mungkin saja dimiliki dalam diri anggota kontingen.

”Yesus tidak hadir secara fisik tapi hatinya ada di sini. Ia memakai tangan, kaki dan tangan kita untuk mencari Bartimeus dan Bartimea yang lain,” katanya.

Baca Juga  Kepung Gedung Sate, Mahasiswa Papua Sebut Jokowi Bohong

Diharapkannya, dengan kehadiran umat menjalani ibadah minggu serta menerima siraman rohani berupa firman Tuhan, diibaratkan sebuah battere.

Dimana, hati umat dicharge melalui misa, hingga mampu melawan kesusahan dan kesulitan.

”Setiap orang imam Agung. Pertama-tama untuk dirinya sendiri dan orang lain. Waktu kecil yang mengajar anak-anak bicara ialah orang tuanya. Jadi semua bisa mengajar,” pungkasnya. (keket)