Sukri Angkotasan: Musda Partai Golkar Ambon Sesuai Juklak

oleh -252 views
Link Banner

Porostimur.com | Ambon: Sikap sejumlah kaders Partai Golkar Kota Ambon yang meminta Ketua Umum DPP Partai Golkar, Airlangga Hartarto untuk membatalkan hasil Musyawarah Daerah (Musda) Tingkat II Partai Golkar Kota Ambon yang digelar 1 Februari lalu mendapat tanggapan dari fungsionaris Partai Golkar Maluku, Sukri Angkot asan.

Menurut Sukri, hasil Musda berupa pengangkatan Markus Siahay sebagai Ketua DPP Partai Golkar Ambon sudah sesuai dengan ketentuan dan mekanisme yang berlaku di Partai Golkar.

“Iya inikan berita orang kalah karena kalau Musda mau jalan sesuai konstitusi Juklak 2 tahun 2020, maka sejak tanggal 9 September 2020 di hotel Marina maka Musda Kota Ambon sudah selesai dan menetapkan Max Siahay sebagai calon tunggal yang memenuhi dukungan 30 %. Ini diayun oleh pimpinan Musda saat itu Almarhum
Yusri Mahedar sampai dua kali deadlock sampai dan akhirnya pimpinan sidang saat Musda lanjutan 1 Februari 2021, kembali pada aturan Juklak 2 dan menetapkan Max Siahay sebagai calon tunggal yang memenuhi dukungan suara 30 persen. Yang bicara di atas itu mainan orang kuat untuk Elly Toisutta,” bebernya.

Baca Juga  Menanti Kabar Haji 2021

Angkot asan bilang, kubu penentang hasil Musda berusaha membangun opini di media karena mereka ingan membawa masalah ini ke Mahkamah Partai.

Namun menurutnya langkah tersebut percuma, karena DPP Partai Golkar sudah mengetahui krinologis Musda Golkar Kota Ambon sejak 9/10 September lalu deadlock lantas dilanjutkan di DPD Provinsi pada 28/29 September dan deadlock lagi, hingga dilanjutkan pada 1 Feb 2021.

“Jadi sudah tuntas setelah telaah organisasi oleh bidang organisasi DPD Golkar Provinsi dibacakan saat Musda dan forum menerima hasil kerja Stering Comite dan pimpinan Musda menetapkan Max Siahay sebagai Ketua DPD Partai Golkar Kota Ambon,” tukas Angkotasan.

“Mereka bilang bahwa peserta Musda tidak ada saat penetapan ketua di Musda lanjutan, itu tdk benar. Musda di skorsing dan selesai salah Dzuhur, namun ibu Elly pulang dan saat kembali Musda sudah jalan dan sebelum dilanjutkan ada call peserta oleh pimpinan Musda dan peserta lebih dari 50 persen. Yang tdk ada organisasi pendiri dari kandidat yang ada Saya dan ibu Ita, jadi berita di media itu tidak benar,” pungkasnya.

Sebagaimana diberitakan media ini sebelumnya, kaders Partai Golkar Kota Ambon pencalonan Markus Siahay sebagai Ketua DPD Partai Golkar Kota Ambon

Baca Juga  Ray Rangkuti: Gaya Kepemimpinan Jokowi Mirip Soeharto

Mereka yang menggugat pembatalan antara lain, Ketua SOKSI Kota Ambon (David  Clemen Sembiring), Ketua Kosgoro 1957 Kota Ambon (Johanis Z Matulessy), Ketua DPD Majelis Dakwah Islamiyah  Kota Ambon (Tammat T Talaohu), Sekteraris DPD AMPI Kota Ambon (Michael S Adam), Ketua DPD Al-Hidayah Kota  Ambon (Dessy Marasabessy), Ketua Himpunan Wanita Karya Kota Ambon (Eltin Tanalepy), dan Ketua DPD satkar Ulama Kota Ambon (Saiful Ahmad Kasturian).

Salah satu anggota Steering Komitte Musda IX Golkar Ambon, Nikko Talle mengatakan, pengangkatan Markus Siahay mencederai konstitusi Partai Golkar. (red)