hujan melukis sajak yang hanya terbaca oleh pemilik luka
airmata mengalir deras di lembar nasib yang kian merana
bayangmu memudar, namun menetap penuh prasangka
menjaga rindu yang terus kuhirup bagai candu pelipur lara
Depok, 5 Februari 2026
================
Perempuan yang Bersemayam dalam Cahaya
perempuanku yang bersemayam dalam cahaya
auranya bening menyalakan sunyi kota
rambutnya liar menyisir di jemariku
seperti doa yang menyerah pada aroma dupa
matanya menyimpan palung semesta
membuka pintu hasrat, menutup celah dusta
napasnya jatuh di leherku, panas, jernih dan lama
menyulut denyut yang tak pernah berhenti
ia denyut mimpiku yang paling purba
mengalir di nadi, menyusuri celah yang dalam
hingga bintang menahan pijar karena malu
belajar tentang ranjang dari sorot matanya yang biru
suaranya bisik yang merayap di kulitku
mengurai letih dengan lidah paling pelan
sentuhannya nyala yang meraba batas
membakar tanpa meninggalkan bekas luka
langkahnya anggun menjerat tanpa temali
mengikat seluruh tubuhku dalam satu tarikan
dunia melunak di antara lengkung iganya
dan aku selalu tenggelam di kedalaman teluknya
kekasihku, laut teduh yang menyesap waktu
tangannya menyulam retak menjadi jambangan
bagi gairah di palung dadaku yang lekas percaya
pada cintanya yang basah dan penuh rahasia










