Syarif Hadler: Ambon Menjadi Nadi dan Darah Sebagai Kota Kreatif

oleh -63 views
Link Banner

Porostimur.com | Ambon: Kota Ambon ditetapkan sebagai Kota Kreatif Berbasis Musik atau Ambon UNESCO City of Music pada 2019. Ambon sendiri saat ini telah memiliki nilau jual yang tinggi dengan ikon City of Music yang menggambarkan tingkat kreatifitas dari kultur musik yang melekat.

Wakil Walikota Ambon, Syarif Hadler mengatakan, selama dua tahun Ambon berupaya menjaga ekosistem music pada sebuah kota kreatif dengan beraksentuasi pada komitmen yang kuat dari Pemerintah Kota dan berbagai para pihak.

“Ambon akan menjadi nadi dan darah sebuah pergerakan kota kreatif yang menjunjung tinggi kreatifitas sebagai ide dan konsep yang tidak pernah habis dan punah dibandingkan komoditi dan sumberdaya alam,” kata dia dalam dalam Webinar G-CINC Expert Series, Senin (21/6/2021).

Ambon City of Music telah mencetak terobosan baru dari pariwisata Indonesia yang bergerak dari pariwisata konvensional menuju pariwisata modern berbasis music yang dikenal sebagai wisata music atau music tourism dan memiliki potensi pasar mancanegara pada 47 kota musik dunia dan 246 kota kreatif UNESCO.

Pasar lainnya adalah dua kota kembar atau syster city yaitu Vlissingen (Belanda) dan Darwin (Australia), dan bekerjasama dengan Indonesia Creative Cites Network (ICCN) pada kurang lebih 220 kota atau kabupaten kreatif yang tersebar di Indonesia.

Baca Juga  Negeri Hatalai Akhirnya Miliki Kepala Pemerintahan Definitif

Dari dunia pendidikan Ambon City of Music telah memproduksi sebuah kurikulum muatan local berbasis music tradisi pada tingkatan pendidikan dasar yang segera diimplementasikan di tahun 2021 ini. Hal ini dilaksanakan sebagai upaya untuk menjaga keberlanjutan ekosistem music di Kota Ambon.

Berbagai regulasi yang mendukung diantaranya dimulai dengan Peraturan Daerah Nomor 2 Tahun 2019 tentang Ambon Kota Kreatif Berbasis Musik sampai dengan Peraturan Walikota Nomor 39 Tahun 2020 tentang Penetapan Kurikulum Pendidikan Musik sebagai muatan lokal pada satuan pendidikan dasar.

Pengembangan Ambon City of Music dalam berbagai implementasinya tidak terlepas dari prinsip pembangunan internasional yaitu 17 agenda Sustainable Development Goals SDGs 2030 dari United Nation. Ambon City of Music bersepakat bahwa rencana aksi global inipun harus menjadi agenda penting perencanaan kota untuk mengurangi kemiskinan, mengurangi kesenjangan dan menjaga ekosistem lingkungan. Memiliki fokus pada tujuan ke -11 SDGs 2030 yang berdampak pada komitmen pemerintah dalam membangun kota dan masyarakatnya.

Baca Juga  Gelar Safari Ramadhan, Pemkot Ambon Bagikan Sembako Kepada Warga

Dia menyampaikan, Ambon City of Music lewat Ambon Music Office berperan dalam dialog-dialog global mengenai peran sektor kreatif untuk membangun kota dan masyarakat sampil mempersiapkan diri untuk proses evaluasi setiap 4 tahun oleh UNESCO. Untuk itu AMO juga bekerjasama dengan Mannheim dan Katowice UNESCO City of Music serta turut serta mendorong Suphanburi Thailand yang sementara berupaya menuju UNESCO City of Music di tahun 2021.

“Secara nasional AMO terus bekerjasama denganberbagai stakeholder seperti Kemeparekraf/Baprekraf, ICCN dan Kemndikbud. Kesemuanya dilakukan untuk mempertahankan dan mengisi ekosistem kota musik dunia,” jelas dia.

Dia melanjutkan, untuk saat ini pengembangan Ambon City of Music perlu terus dibenahi dengan terutama di masa pandemic covid-19 dengan tetap melakukan kerjasama dengan berbagai pihak dan menjadikan kreatifitas di masa pandemic Covid-19 untuk melakukan terobodan-terobosan baru. (nicolas/mdk)

No More Posts Available.

No more pages to load.