Tafsir Air Mata Nanik

oleh -27 views

Oleh: Ady Amar, Kolumnis

Airmata selalu mengundang tafsir. Ia bisa lahir dari kesedihan, bisa pula muncul dari kebahagiaan yang sulit ditampung kata-kata. Ketika Nanik S. Deyang menangis usai dilantik menjadi Kepala Badan Gizi Nasional, publik tentu bebas menebak-nebak maknanya. Dan seperti semua air mata yang jatuh di panggung politik, tangisan itu menghadirkan lebih dari satu kemungkinan cerita.

Tentu kita tidak tahu apa yang sesungguhnya berkelebat di benak Nanik S. Deyang saat itu. Bisa jadi itu murni rasa haru. Bisa jadi rasa syukur. Bisa pula campuran keduanya. Namun boleh jadi, pada detik-detik itu ia sedang menyaksikan ulang seluruh perjalanan hidupnya berlari cepat di pelupuk mata.

Baca Juga  Ini Tanda Kamu Sudah Terikat Lebih Dalam pada Seseorang

Bukankah hidup memang sering lebih liar daripada skenario?

Dari seorang wartawan yang tak pernah tercatat sebagai bintang besar dunia pers, lalu menjadi salah satu sosok yang berdiri di sekitar Prabowo Subianto dalam dua musim pemilihan presiden yang keras dan melelahkan—Pilpres 2019 dan 2024—hingga akhirnya dipercaya memimpin sebuah badan negara. Jika ada yang menunjukkan bahwa politik kadang bekerja seperti novel, maka perjalanan Nanik itu salah satunya.

Mungkin itulah yang membuat matanya basah. Sebab tidak semua orang diberi kesempatan menyaksikan dirinya sendiri mencapai puncak tangga yang dulu bahkan mungkin tak pernah berani ia gambar secara utuh.

No More Posts Available.

No more pages to load.