Tagal Kompol Yuni, Kapolri Jenderal Sigit Sampai Keluarkan 6 Perintah ini

oleh -328 views
Link Banner

Porostimur.com | Jakarta: Lantaran ulah Kapolsek Astanaanyar Kota Bandung Kompol Yuni Purwanti yang ditangkap pesta narkoba, Kapolri Jenderal Listyo Sigit harus mengeluarkan 6 perintah ke polisi.

Jenderal Listyo Sigit telah menerbitkan Surat Telegram (ST) kepada semua polisi di Indonesia.

Surat Telegram Kapolri Nomor: ST/331/II/HUK.7.1/2021 tertanggal 19 Februari 2020 mengenai pelaksanaan tes urine kepada seluruh anggota Polri untuk mencegah terjadinya penyalahgunaan narkoba di lingkungan Polri.

“Iya betul,” kata Kadiv Propam Polri Irjen Pol Ferdy Sambo, melansir pojoksatu.com, Sabtu (20/2/2021).

Adapun perintah Kapolri ini antara lain. Pertama, Kapolri meminta Kapolda untuk melakukan deteksi dini terhadap anggota yang terindikasi terlibat penyalahgunaan narkoba.

Kemudian melakukan razia narkoba di tempat-tempat yang diduga terjadi peredaran narkoba melibatkan anggota Polri.

Baca Juga  Dirjen Hubla Gelar Bimtek Keselamatan Pelayaran di Ternate

Lalu memperkuat pengawasan internal dan koordinasi dengan fungsi reserse narkoba, BNN pusat dan daerah.

Keempat, pengawasan dan pembinaan dari atasan maupun rekan kerja, dengan memperhatikan anggota yang mulai berperilaku negatif seperti: Malas apel , Kinerja menurun, Tidak memperhatikan penampilan, Menutup diri terhadap lingkungan, Emosional, Terjadi konflik rumah tangga.

Kelima, para atasan juga diminta untuk selalu mengingatkan jajarannya tentang dampak negatif penyalahgunaan narkoba dan sanksi bagi yang melanggar yaitu berupa pemecatan dan pemidanaan sesuai dengan ketentuan hukum yang berlaku.

Dan keenam, penguatan kegiatan pembinaan rohani dan mental dan pemberian arahan pimpinan saat apel terhadap jajaran tentang dampak negatif dan bahaya penyalahgunaan narkoba dan sanksi bagi yang melanggar.

Baca Juga  Widya Pratiwi Seberangi Lautan untuk Jumpai Para Penenun Tanimbar

Sementara untuk anggota yang terindikasi sebagai korban penyalahgunaan narkoba akan direhabilitasi. Selain itu mereka juga akan dibina dan diawasi ketat oleh atasannya.

“Selain itu untuk anggota yang berhasil mengungkap jaringan narkoba melibatkan anggota atau PNS Polri maka akan diberikan penghargaan,” jelas Irjen Ferdy Sambo.

(red/pojoksatu)