Tahun 2021, Disparbud Kepulauan Sula Perioritaskan Cagar Budaya

oleh -13 views
Link Banner

Porostimur.com | Sanana: Pagu anggaran Dinas Pariwisata dan Kebudayaan (Disparbud) Kabupaten Kepulauan Sula, Maluku Utara yang bersumber dari Angaran Pendapatan Belanja Daerah (APBD) Tahun 2021 sebesar Rp. 2 miliar lebih, akan dipergunakan untuk beberapa item kegitan yang sudah menjadi event tetap.

Kepala Dinas Pariwisata dan Kebudayaan (Kadisparbud) Kepsul, Jufri Umasugi yang ditemui di ruang kerjanya Selasa (2/2/2021), mengatakan di tahun 2021 dinasnya mengelola anggaran sebesar Rp.2 miliar lebih.

“Untuk pagu anggaran di Tahun 2021 ini sekiatar Rp.2 miliar lebih, sedangkan di tahun 2020 kemarin sekitar Rp. 3 miliar lebih tetapi terpotong anggaran Covid-19,” jelas Jufri.

Menurutnya program yang akan dilaksankan tahun 2021 ini, khususnya bidang parawisata, yakni diusahakan lahirnya Peraturan Daerah (Perda) tentang Rencana Induk Pariwisata Daerah (Ripparda).

“Dinas Pariwisata harus ada Ripparda karena selama ini sudah dibuat tapi belum diperdakan jadi kami sudah usul ke bagian hukum untuk diperdakan Rinpparda itu,” tuturnya.

Baca Juga  Twenty2 One, Year of Clinch?

Sedangkan di bidang kebudayaan pihaknya berusaha untuk melestarikan budaya yang ada di Sula contohnya di tahun 2019-2020 ada 7 budaya sula yang masuk dalam warisan budaya dan harta benda Indonesia.

“Kalau di 2021 ini kami berusah mengusul paling kurang tiga sampai empat budaya, itupun nanti akan diseleksi di tingkat nasional biasanya mereka sidang lagi baru putuskan dia masuk atau tidak,” tukasnya.

Jufri menuturkan, dirinya sudah bertemu dengan Kepala Balai Cagar Budaya Maluku Maluku Utara (Malmalut) di Ternate untuk bagaimana membenahi cagar budaya yang ada di Kepulauan Sula.

“Jadi nanti kedepan kami buat pendataan cagar budaya selain dari benteng mungkin ada yang lain, agar nanti dipelihara,” katanya.

Baca Juga  Basarnas Ternate siagakan 13 Posko Mudik Lebaran

Untuk kegiatan seremonial di Tahun 2021 tambah Jufri, Ia juga belum tahu pasti, tetapi ada beberapa festival yang akan dilaksanakan.

“Saya belum lihat yang pasti, tapi ada, mungkin ada kegitan-kegiatan di daerah wisata ada festival yang menjadi event selama ini yang akan kami laksanakan, untuk di tahun kemarin karena Covid-19 jadi tidak bisa dilaksanakan, seperti Festival Tanjung Waka dan Festival Maksaira, tutupnya. (red)