Tahun 2021 UN Dihapus, Begini Komentar Kepsek SMKN 6 Ambon

oleh -105 views
Link Banner

Porostimur.com | Ambon: Kepala Sekolah SMK Negeri 6 Ambon, Leo Luturmas mengatakan rencana Kemedikbud (Kementerian Pendidikan dan Kebudayaan) mengenai penghapusan UN (Ujian Nasional), menurutnya akan ada plus minus.

“Sebagai kepala sekolah dan bagian dari komponen, maka saya harus siap dengan sistim tersebut. Kebijakan kementerian pendidikan untuk menghentikan unbk tentu telah melalui sebuah kajian untuk itu harus diapresiasi secara positif oleh satuan pendidikan bahkan masyarakat secara keseluruhan dan juga pasti ada plus minusnya,” kata Luturmas saat ditemui porostimur.com, Selasa (18/2/2020).

Ia mengungkapkan berita tersebut sudah ia ketahui dari berita online akan tetapi surat resmi pemberitahuan belum ada.

“UN itu sebagai pemetaan jadi kita akan tau posisi sekolah kita gimana. Karena ada angka-angka bisa membandingkan dengan tahun sebelumnya. Nah, Sisi positif dari penghapusan unbk adalah tingkat kejujuran tinggi dan tidak bisa di spekulasi dan tidak ada kebocoran soal. kejujuran harus diletakkan pada pendidikan karakter karena ada beberapa sekolah yang memiliki satuan pendidikan yang menspekulasi hal tersebut, akhirnya kita gagal dalam menerapkan nilai kejujuran. Sisi negatifnya adalah adalah terkendala fasilitas internet, komputer dan jaringan yang belum sampai ke sekolah di daerah-daerah terpencil di Maluku, dan diminta agar kominfo PLN Telkomsel dan pihak pemerintah daerah dapat melihat hal tersebut ,” ungkap Luturmas.

Kelebihan disisi lain kata dia akan lebih praktis. Sebab sekolah tau persis kualitas peserta didiknya, bahkan benar memang tidak bisa mengukur dan membandingkan peserta didik atau suatu sekolah dalam skala nasional.

Baca Juga  Nuansa Pink Warnai Jersey Kandang & Tandang Real Madrid, Musim 2020/2021

Hal tersebut karena setiap sekolah memiliki kemampuan yang berbeda-beda baik dari segi domisili, pengajar dan peserta didik.

“Kelemahan UN yang saya lihat bahwa kita tidak bisa semata-mata mengukur anak didik kita itu selama 3 hari dalam menentukan prestasi atau hasil seorang siswa. Penilaian dari pihak sekolah dan guru lebih efektif mengetahui kualitas anak didiknya,” tuturnya.

Ia menegaskan angka tidak sebanding lurus dengan perilaku peserta didik. Ia berharap peserta didik tersebut berprestasi dan juga bijak dalam akhlaknya.

Menurutnya, jika tahun depan (2021) UNBK itu dihentikan tahun depan maka diharapkan kejujuran itu yang harus menjadi moral pendidikan, kadang ada sekolah yang takut mutu pendidikannya rendah dan para siswanya tidak lulus sekolah kemudian didapati kebocoran soal. Maka apa artinya nilai tinggi tetapi melalui cara-cara yang tidak etis.

Baca Juga  Polisi Beberkan Ciri-ciri Kotak Amal yang Diduga Jadi Sumber Pendanaan Organisasi Teroris JI

Namun, Ia akui peran guru sangat dominan dalam mendidik dan mencerdaskan peserta didik.

“Kami sebagai pendidik, ujung tombak kemajuan pendidikan akan ikut keputusan pemerintah tersebut dan kami optimis serta akan menjadi yang terbaik. Kita punya guru-guru profesional dan murid-murid pilihan bagi kita tidak mempengaruhi UN dihapuskan atau tidak sebab UN pun juga tidak menentukan kelulusan,” tutupnya. (ebot)