Tahun Depan BRI Ambon Targetkan Penyaluran 500 Unit KPRS Bersubsidi

oleh -42 views
Link Banner

Porostimur.com | Ambon : Pada tahun 2021 nanti, Bank Rakyat Indonesia (BRI) Cabang Ambon menargetkan penyaluran subsidi KPRS pada 500 unit rumah yang disebar ke seluruh provinsi Maluku.

“Jadi tahun depan pasti nanti ada BPUM, KUR, KUR super mikro, dan KMK tangguh. Jadi KMK tangguh itu jenis kredit yang levelnya di atas KUR atau diatas 500 juta rupiah. KMK tangguh ini sama seperti KUR hanya saja KUR disubsidi bunganya, KMK tangguh tidak disubsidi bunganya,” ungkap pimpinan BRI Cabang Ambon, Abdul Muin, Sabtu (26/12/2020).

Muin menjelaskan, pada kurun tahun 2020, pihaknya telah menyalurkan KPRS untuk rumah tipe 36 dengan angsuran bulanan sebesar Rp 900.000.

Dimana, ada bunga yang disubsidi dan yang sudah disalurkan kepada kurang lebih 50 unit rumah.

Selain itu, BRI juga menyalurkan Kredit Usaha Rakyat (KUR), yang merupakan salah satu cara untuk membuat UMKM tumbuh menjadi semakin besar. Karena itu, akunya, selang September lalu pihaknya sudah menyalurkan KUR super mikro yaitu pinjaman yang dimulai dari Rp 0 – 10 juta.

Baca Juga  GenPi Kepulauan Sula Resmi Dilantik

Meskipun mengalami kendala penyaluran kredit pada mada pandemik ini, jelasnya, namun pemerintah dan pihaknya tetap menyalurkan kredit.

Dimana, pemerintah memberikan jaminan dalam bentuk subsidi bunga. Bahkan total kredit yang telah disalurkan pihaknya selang tahun 2020 ini sudah lebih dari Rp 280 miliar.

“Tahun ini penyalurannya juga bagus, total di BRI cabang Ambon saja sudah 4,3 miliar rupiah hanya dalam waktu sekian bulan. Jadi kalau kita dapat yang super mikro, nanti suatu saat kita naik ke mikro. Terus naik kelas lagi, jadi kita semakin dapat banyak database nasabah dan rata-rata pinjaman kalau di Ambon yaitu 7 juta rupiah. Kemungkinan UMKM untuk tumbuh itu semakin besar, karena kita sudah melayani mulai dari yang kecil, di bawah 10 juta”, tukasnya.

Baca Juga  UMP Maluku Utara 2022 Ditetapkan Sebesar Rp 2.862.231, Naik Sebesar 5,17 %

Khusus Banpres Produktif Usaha Mikro (BPUM), terangnya, hingga saat ini pihaknya masih lembur untuk mencairkannya.
Dimana, Ambon sendiri ada 30.000 penerima bantuan dimaksud, sementara baru 18.000 paket bantuan yang tersalurkan.

Apalagi pihaknya terkendala dengan proses validasi data, dimana banyak kesamaan data yang diusulkan oleh pihak Dinas Koperasi.

Menurutnya, langkah Pemulihan Ekonomi Nasional (PEN) yang pertama tertuang dalam POJK 11-2020 dan sudah diubah menjadi POJK 34-2020 yang isinya adalah memberikan keleluasaan kepada bank untuk melakukan restrukturisasi.

“Di Maluku total yang kita restrukturisasi itu sebesar 570-an miliar rupiah. Di Ambon sendiri itu 290 miliar rupiah, karena memang portofolio kita di Ambon paling besar di antara cabang-cabang BRI di Maluku maka Ambon yang paling besar melakukan restrukturisasi,” jelasnya.

Baca Juga  Diwarnai Kericuhan, Kampanye HT-UMAR di Capalulu Berujung ke Kantor Polisi

Langkah PEN yang kedua, akunya, yaitu bentuknya stimulus atau subsidi bunga.
Dimana, meski tidak semua nasabah menikmati subsidi, tetapi total nasabah yang sudah menerima subsidi sebanyak 7000 dengan total dana subsidi bunga sebesar 2,3 miliar. Kalau seluruh Maluku sebesar Rp 5,8 miliar karena pinjamannya dalam jumlah kecil sehingga bunganya juga kecil. (keket)