Tak Bisa Masuk Kantor Golkar, Nusron Wahid Protes ke Airlangga

oleh -40 views
Link Banner

@Porostimur.com | Jakarta : Ketua Bidang Pemenangan Pemilu Jawa Tengah I kepengurusan DPP Golkar Nusron Wahid melayangkan protes ke Ketua Umum Golkar Airlangga Hartarto. Nusron bersama rekan-rekannya sesama politikus Golkar mengaku tidak bisa masuk ke kantor DPP.

“Berusaha untuk datang ke DPP Partai Golkar namun tidak bisa masuk karena dikunci rapat dan dijaga oknum AMPG (Angkatan Pemuda Partai Golkar) saya katakan dan polisi,” kata Nusron Wahid saat konferensi pers di Hotel Sultan, Jakarta, Rabu (4/9/2019).

Hadir dalam konferensi pers itu Wasekjen Golkar Viktus Murin, Bendahara Umum Golkar Robert Kardinal, Dewan Pembina KPPG Ula Nuhrachwati hingga Ali Yahya. Menurut Nusron, kejadian sejumlah pengurus Golkar itu tak bisa masuk ke kantor DPP sangat memalukan.

Baca Juga  Video: Rocky Gerung Sebut Jokowi Lebih Buruk dari Soeharto!

“Ini ada sesuatu yang sangat tragis karena gimana seorang pengurus, bendahara partai yang selama kami bayar listrik maintenance dan bayar mereka semua tapi nggak bisa masuk ke DPP sendiri. Ini saya kehilangan akal sehat saya ini,” kata Nusron.

Link Banner

Nursron mengatakan keinginannya mendatangi DPP Golkar untuk menanyakan ke Airlangga soal rapat pleno partai. Sebab, menurutnya, sejak Pemilu 2019 berakhir, Partai Golkar belum melaksanakan rapat pleno.

“Kenapa itu ditanyakan karena berdasarkan peraturan organisasi SK Nomor 148 tahun 2016 mengatakan bahwa rapat pleno harus dilaksanakan minimal setidaknya dua bulan sekali. Kalau rapat harian dilaksanakan setidaknya satu bulan sekali. Tapi dari habis pemilu bulan April sampai sekarang belum dilaksanakan rapat pleno sama sekali. Kita rapat pleno terakhir bulan Desember 2018. Sekaligus rapat waktu itu persiapan Pileg itu Desember,” kata Nusron.

Baca Juga  Kementrian Pendidikan RI Gelar Program Kemitraan Guru dan Tenaga Kependidikan (GTK) di SBB

Nusron menyebut lebih dari sepuluh bulan Partai Golkar tidak melalukan rapat pleno. Padahal, dia mengatakan banyak agenda-agenda penting partai yang harus dibahas melalui rapat pleno.

“Padahal banyak agenda urgent dan agenda penting yang membutuhkan keputusan bersama dalam pleno salah satunya keputusan penetapan AKD pimpinan DPRD provinsi atau kabupaten se-Indonesia yang itu perlu ditetapkan melalui DPP,” ujarnya. (web-dtc)