Tak Bisa Mudik Lebaran, Pemuda ini Rilis Lagu “Sragen, Aku Rindu”

oleh -567 views
Link Banner

Porostimur.com | Ambon: Wabah covid-19 dan larangan mudik rupanya menginspirasi sejumlah perantau asal Sragen yang tak bisa pulang kampung, untuk mencurahkan isi hatinya lewat lagu.

Lagu “Sragen, Aku Rindu” resmi dirilis tanggal 03 Mei 2020 atau tepat tiga pekan sebelum Hari Raya Idul Fitri tiba.

Lagu yang diproduseri oleh pemuda asli Sragen, Chandra Margatama (Chandra), menceritakan isi hati perantau yang tidak dapat pulang ke Sragen dalam rangka mudik lebaran karena tengah mewabahnya Virus Corona.

Video klip lagu yang dibintangi sejumlah warga asli Sragen yang sedang merantau di luar kota/luar negeri ini juga menampilkan landscape cerminan kondisi Sragen saat ini.

Chandra sendiri juga perantau, yang saat ini bekerja di salah satu BUMN dan ditempatkan di Kota Ambon, Maluku.

Baca Juga  Kemenag RI Gelar Seleksi Terbuka JPT Pratama

Lagu “Sragen, Aku Rindu” merupakan karya yang ia hasilkan bersama rekan satu perusahaannya, Kemas Ferri Rahman, dan diaransemen oleh musisi ternama Sragen, Saka Nur Alfiansyah, dan dibawakan oleh Juara Bintang Radio Asean 2017, Andi Rizkha.

“Semuanya kita kerjakan secara mobile lewat Video Conference, bahkan beberapa orang dari tim yang terlibat belum pernah bertemu di dunia nyata,” ungkap Chandra melansir joglosemarnews.com, Ahad (3/5/2020)

Chandra Margatama

Lagu ini juga mendapat support dari Bupati Sragen dengan turut memberikan semangat kepada para perantau, di mana pada bagian tengah lagu Bupati Sragen memberikan sepenggal kalimat
“Mengingat kondisi seperti ini, menunda rencana pulang menjadi keputusan paling tepat. Kepulangan kita ditunda hanya untuk sesaat.”

Baca Juga  Fragmen Itu Bernama Kamu

Chandra mengatakan bagi masyarakat Sragen dan Jawa Tengah yang ingin mengetahui Lagu “Sragen, Aku Rindu” secara lebih mendalam beserta video klipnya, dapat mendengarkannya di Youtube Channel “Chandra Margatama”.

Atau mengetikkan kata kunci “Sragen, Aku Rindu” pada kolom pencarian YouTube.

“Semoga lagu ini dapat menjadi penyemangat sekaligus obat untuk masyarakat Sragen yang harus menunda kepulangannya ke kampung halaman,” tuturnya. (red/rtm/joglosemarnews)