Tak Direstui Keluarga, Yenny Wahid Tolak Pinangan Prabowo Subianto

oleh -222 views
Link Banner

@Porostimur.com | Jakarta : Putri kedua Presiden ke-empat RI, Yenny Wahid membuat Prabowo Subianto kecewa. Pasalnya, pemilik nama lengkap Zannuba Arrifah Chafsoh Rahman Wahid itu telah menolak pinangan sang Ketua Umum Gerindra untuk maju dalam Pilkada Jawa Timur.

Meski kecewa, namun Prabowo Subianto mengaku menghormati keputusan Yenny Wahid itu.

“Kami hormati keputusan keluarga Gus Dur, NU, dan kami yakin beliau akan terus berperan dalam kehidupan berbangsa dan bernegara,” tutur Prabowo dikediamannya
di Kebayoran Baru, Jakarta Selatan, Rabu (3/1/2018) malam.

Yenny Wahid mengaku memiliki sejumlah alasan menolak pinangan Prabowo Subianto untuk dicalonkan sebagai gubenur dalam Pilkada Jawa Timur itu.

Pertama, ia mengaku tak diizinkan oleh beberapa sesepuh Nahdlatul Ulama ( NU) dan anggota keluarganya.

Baca Juga  Tak tahan kritikan, PSSI jadi Baper di media sosial

“Dari sesepuh, bunda saya iya (tidak menginginkan dirinya maju),” kata Yenny usai pertemuan.

Kedua, ia juga memikirkan keutuhan NU di Jawa Timur jika dirinya maju sebagai calon gubernur. Yenny mengaju masih memiliki tugas sejarah untuk menjaga keutuhan NU dengan tak memasuki langsung kontestasi politik praktis.

“Tawaran tersebut saya pertimbangkan dengan matang, tetapi kami keluarga Gus Dur meyakini punya tugas sejarah untuk menjaga bangsa ini dan memastikan keluarga NU (Nahdlatul Ulama) tidak pecah,” tegas Yenny Wahid.

Selain itu, NU juga sudah menyumbangkan dua kader terbaiknya di Pilkada Jawa Timur, yakni Wakil Gubernur Jawa Timur Saifulah Yusuf dan Menteri Sosial Khofifah Indar Parawansa. Karena itu, ia berharap nantinya yang terpilih adalah kader terbaik NU.

Baca Juga  Lonceng Gereja, Pesan untuk Warga Suli Kembali ke Rumah Pascagempa

Sebelumnya, nama Yenny Wahid muncul dalam bursa calon gubernur yang akan diusung kelompok partai poros tengah Pilkada Jatim.
poros tengah Pilkada Jatim.

Poris tengah Pilkada Jatim yang terdiri atas Partai Gerindra, Partai Amanat Nasional (PAN), dan Partai Keadilan Sejahtera (PKS) itu menilai Yenny bukan figur baru di Jatim. Yenny juga dianggap memiliki jaringan yang kuat di Jatim. (web-rp)